Selasa, 16 Agustus 22

Calon Perseorangan Menyelamatkan Pilkada

Banyaknya surat rekomendasi yang dikeluarkan partai politik (parpol) ternyata tidak sepadan dengan jumlah pasangan calon di Pilkada 2017. Dengan syarat 20% kursi di DPRD, seharusnya dalam satu wilayah (kabupaten/kota/propinsi) yang akan melakukan pilkada, memungkinkan untuk diikuti oleh 3 hingga 4 pasangan calon (paslon) yang berasal dari parpol. Tetapi nyatanya, jumlah paslon di 101 daerah yang akan melaksanakan pilkada, yang seharusnya diikuti 303 sampai 404 paslon, hanya memunculkan 244 paslon yang berasal dari parpol.

Data-data tersebut direlease oleh JPPR melalui kordinator nasionalnya, Masykurudin Hafidz. Menurut Masykurudin, saat ini parpol lebih rasional (atau pragmatis) untuk lebih mendukung calon yang potensial menang.

“Dukungan partai politik terkonsentrasi kepada calon tertentu, sehingga jumlah pasangan calon dari parpol menjadi minimal. Apakah ini fenomena partai semakin rasional atau makin pragmatis, sehingga lebih menitikberatkan hanya pada kemenangan. Yang jelas ini akan mengorbankan aspek pengkaderan internal partai,” urai Masykurudin kepada indeksberita.com dini hari tadi (23/11/2016).

Menurut Masykurudin, terkonsentrasinya dukungan parpol, membuat kerugian yang lebih substantif. Yaitu representasi dan akomodasi kepentingan masyarakat setempat semakin berkurang. Diantara situasi yang kurang menyenangkan ini, harapan tetap muncul dengan adanya paslon dari jalur perseorangan. Bahkan menurutnya, paslon perseorangan menjadi “penyelamat” pilkada.

“Jalur perseorangan menjadi penyelamat Pilkada karena dapat membuka ruang partisipasi lebih lebar dan meningkatkan representasi politik lokal. Dengan syarat dukungan dan verifikasi yang cukup ketat, usaha untuk lolos menjadi paslon perseorangan patut diapresiasi,” kata Masykurudin lagi.

Bagaimana peluang paslon dari jalur perseorangan, menurut Masykurudin, peluang mereka cukup besar. “Dukungan awal yang diperoleh mereka untuk bisa lolos sebagai calon perseorangan, jelas sangat potensial hingga hari pemungutan suara nanti”.

Masykurudin kemudian menunjukan data JPPR, yang menunjukan bahwa paslon perseorangan berada di lebih dari sepertiga daerah pilkada,  atau 38 daerah. Sedangkan total calon perseorangan ada 67 paslon. Besarnya jumlah paslon perseorangan jelas menjadi evaluasi bagi partai politik untuk merepresentasikan aspirasi pemilih.

“Dari data ini, seharusnya parpol mau mengevaluasi diri kembali. Tingkat kepercayaan publik terhadap parpol menurun, salah satunya ditunjukkan dengan besarnya dukungan terhadap calon perseorangan,” pungkas Masykurudin

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait