Selasa, 24 Mei 22

Buwas Klaim Telah Mengetahui Oknum Yang Terlibat Mafia Beras

Tingginya harga beras terlebih mendekati Hari Raya padahal harga impor murah menjadi perhatian sendiri bagi Pemerintah. Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengungkapkan bahwa hal tersebut dikarenakan adanya mafia beras yang saat ini mempermainkan harga beras.

Pria yang akrab dipanggil Buwas tersebut mengungkapkan tingginya harga beras akibat ada permainan di pasar. Bahkan dia mengaku sudah memiliki peta permainan mafia beras. Bahan pangan yang digelontorkan Bulog, menurut Buwas justru ditimbun pihak ketiga. Ujung-ujungnya operasi pasar tak berhasil menstabilkan harga.

“Jadi tingginya harga beras karena mata rantai. Saya lihat bagaimana mungkin beras itu murah tapi jatuh ke konsumen jadi mahal. Bagaimanapun saya pernah jadi aparat dan punya kekuatan jejaring intelijen dan saya sebenarnya sudah punya peta siapa yang bermain dan di mana permainan itu,” ujar Buwas saat menggelar rapat dengan Komisi IV, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Bahkan, Mantan Kepala BNN ini menduga ada beberapa gudang di daerah yang menimbun beras. Ini karena jumlah beras di gudang tersebut lebih besar dibanding Bulog. Namun meski dirinya sudah mengetahui pihak yang memainkan beras, Buwas mengaku tidak bisa melakukan tindakan karena hal itu bukan wewenang Bulog.

“Itu saya sudah tahu tapi ya itu beda sekarang saya tidak bisa menangani. Saya tahu bagaimana permainan dan juga kartel saya sudah punya petanya. Saya sampaikan kepada satgas dan ini kewanangan mereka,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisi IV DPR RI berpendapat Budi Waseso layak menjadi Ketua Sat Gas Pangan. Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo menganggap bahwa Buwas telah mengetahui mafpioso beras telah memiliki strategi untuk menindak kartel.

“Logikanya secara operasi Pak Buwas yang lebih tahu. Satgas Pangan ini kan harusnya bukan tahu hukumnya saja, tapi tahu letak dan posisi masalah pangan itu ada. Kalau secara logika memang iya, stok banyak kok harga masih tinggi,” tutur Edhy.

Sebagaimana diketahui, hampir seminggu bulan suci Ramadhan tahun ini, harga beras di beberapa lokasi masih di atas harga eceran tertinggi. Pemerintah pun berencana memasok beras impor lagi sebanyak 500.000 ton untuk menambah pasokan dan menekan harga.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait