Jumat, 1 Juli 22

Bupati Lampung Selatan Minta Maaf Secara Terbuka Kepada Semua Warga NU

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan mengungkapkan permohonan maafnya kepada semua Warga NU (Nahdliyin) terutama kepada Ketum PBNU ,KH.Said Aqil Siroj, Rabu (25/10/2017). Ia meminta maaf atas pidatonya yang dianggap provokatif oleh warga Nahdliyin.

Permohonan maaf tersebut diungkapkan Zainudin dihadapan ribuan warga NU yang berunjuk rasa menuntut adik Ketua MPR (Zulkifli Hasan) tersebut meminta maaf secara terbuka setelah ucapan permintaan maafnya melalui surat elektronik ditolak oleh Nahdliyin.

Sebelumnya selama dua hari Zainudin Hasan berturut -turut didemo oleh warga Nahdliyin dan PMII Lampung. Ia didemo lantaran kata-katanya yang diucapkan saat berpidato pada Hari Santri Nasional Minggu 22 Oktober 2017 di Kalianda memprovokasi serta mengadu domba warga nahdliyin, dan melecehkan ketua PBNU KH.Said Aqil Siroj.

Bahkan PCNU Lampung Selatan telah membuat laporan resmi ke Polisi yang tertuang LP/B-1208/X/2017/SPKT. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Zainudin telah menyatakan ujaran permusuhan dan kebencian yang ditujukan kepada KH.Saiq Aqil Siroj.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam saya meminta maaf kepada seluruh warga NU yang ada di Indonesia. Kepada pengurus NU mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Tidak ada niat dirinya untuk melecehkan ketua PB NU Said Aqil Siraj,” ujar Zainudin.

Selain minta maaf dan mengungkapkan penyesalanya kepada semua Warga NU, Zainudin Hasan juga mengungkapkan keinginananya untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum PBNU.

“Manusia tempatnya salah dan khilaf. Maka saya mengambil hikmah dari kesalahan ini dan saya ingin bertemu dengan KH.Said Aqil Siroj guna meminta maaf secara langsung,” katanya.

Tak hanya sekedar minta maaf, Zainudin juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencanangkan Lagu Syubbanul Wathon /Hubbul Wathon (lagu perjuangan Nahdlatul Ulama) ciptaan KH. Wahab Chasbullah sebagai lagu wajib SD dan SMP di seluruh Lampung Selatan.

“Saya telah canangkan bahwa lagu Hubbul Waton akan menjadi lagu wajib untuk sekolah-sekolah SD dan SMP di Lampung Selatan ini,” paparnya.

Sementara itu Ketua Umum PBNU, KH.Said Aqil Siroj belum dapat dikonfirmasi media terkait peristiwa ini. Namun sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Helmy Faishal Zaini sempat menyayangkan ucapan Bupati Lampung Selatan tersebut.

“Kami menyayangkan pernyataan seorang Bupati dan bukan kapasitasnya. Karena dia tidak mengetahui konteks sebenarnya yang disampaikan Kiai Said dalam video youtube yang dimaksud Bupati (Zainudin Hasan -red),” ujar Helmy.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait