Kamis, 7 Juli 22

Bupati Jombang Ditetapkan Sebagai Tersangka oleh KPK

Bupati Jombang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Penetapan tersangka terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dilakukan, dalam kasus suap perizinan pengurusan jabatan di Pemerintahan Kabupaten Jombang.

Nyono diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyanti. Disebutkan Laode, total suap dari Inna kepada Nyono berjumlah Rp 275 juta.

“KPK meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan dua tersangka, yakni IS yang diduga sebagai pemberi suap dan NSW Bupati Jombang sebagai penerima suap,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief saat memberikan pers konfren di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (4/2/2018).

Suap tersebut diberikan, Nyono selaku bupati agar menetapkan Inna sebagai Kepala Dinas Kesehatan definitif. “Diduga pemberian uang dari IS ke NSW agar bupati menetapkannya sebagai kepala Dinas Kesehatan, karena dia (Inna) masih Plt,” tutur Laode.

Laode juga menyampaikan, uang yang diberikan kepada Nyono, berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan dana kapitasi BPJS dari 34 puskesmas di Kabupaten Jombang. Setelah terkumpul dana itu kemudian dibagi. Sebesar 1 persen untuk Paguyuban Puskesmas se-Jombang, 1 persen untuk Kepala Dinas Kesehatan dan 5 persen untuk Bupati.

Atas dana yang terkumpul tersebut, Inna telah menyerahkan kepada Nyono sebesar Rp 200 juta pada Desember 2017. Selain itu, Inna juga membantu penerbitan izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang dan meminta pungli izin. Dari pungli itu diduga Inna menyerahkan uang sebesar Rp 75 juta kepada Nyono pada 1 Februari 2018.

“Uang yang diserahkan ke NSW berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang yang dikumpulkan sejak juni 2017, sehingga totalnya Rp 434 juta,” kata Laode.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Nyono di Stasiun Balapan Solo pada Sabtu 3 Februari 2018. KPK juga menyita uang tunai sebesar RP 25 juta dari tangan Nyono. Selain itu juga uang dalam pecahan dollar AS sebesar 9.500.

Selaku pemberi suap, Inna disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara, Nyono disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait