Minggu, 25 September 22

Buntut Tewasnya Siyono, DPR Desak Densus 88 Perbaiki Kinerja

Jakarta – DPR RI menilai tindakan Densus 88 dalam menangkap pelaku terduga terorisme sering melanggar prinsip hukum dan hak asasi manusia (HAM). Karena itu, Komisi 3 DPR akan segera memanggil pihak Densus 88, untuk membahas prosedur standar operasi (SOP) Densus 88 dalam penangkapan terduga pelaku terorisme.

Ditemui di Gedung Parlemen, Selasa (15/3/2016), anggota Komisi 3 Muhammad Syafi’i menyesalkan aksi tindakan Densus 88 dalam menangkap terduga pelaku terorisme yang dinilai tidak manusiawi. Misalnya terkait kasus tewasnya Siyono, Syafi’i menilai hal tersebut bukan kasus baru dari tindakan densus 88.

Syafi’i menilai perlu ada evaluasi SOP kinerja densus 88, agar tidak seenaknya menangkap dan mengeksekusi pelaku terduga teroris. Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan, agar Densus 88 tidak melanggar prinsip hukum dan prinsip prinsip penegakan hak asasi manusia dalam bekerja.

“Saya pribadi dan selaku anggota Komisi 3 menyesalkan tindakan Densus 88. Ini sudah melanggar prinsip-prinsip penegakan hak asasi manusia,” ujarnya.

Siyono (34 tahun) warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ditangkap Densus 88 pada Selasa (9/3) lalu, dilaporkan tewas ketika menjalani pemeriksaan oleh Densus 88, Jumat (12/3).

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait