Minggu, 25 September 22

BPS Catat Kenaikan Impor Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juni 2016 mencapai 12,02 miliar dollar AS. Nilai tersebut naik 7,86 persen dibandingkan Mei 2016.

Menurut Kepala BPS, Suryamin, nilai impor ini dipengaruhi oleh impor nonmigas yang mencapai 10,33 miliar dolar AS atau naik 9,07 persen dibandingkan Mei 2016, namun menurun 0,66 persen dibandingkan Juni 2015.

“Impor Indonesia naik 7,86 persen jika dibandingkan Mei 2016, namun sebaliknya turun 7,41 persen jika dibandingkan Juni 2015,” kata Suryamin pada konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (15/7).

Peningkatan impor terjadi pada sektor migas sebesar 17 juta dolar AS atau 1,02 persen dan sektor nonmigas sebesar 859,2 juta dolar AS atau naik 9,07 persen.

Peningkatan impor migas ini dipicu oleh naiknya nilai impor hasil minyak 27,19 persen, namun impor minyak mentah dan gas turun masing-masing 25,16 persen dan 0,29 persen.

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia Januari-Juni 2016 mencapai 65.915,6 juta dolar AS atau turun 10,86 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun untuk peningkatan terbesar impor nonmigas selama Juni 2016 terjadi oleh golongan mesin dan peralatan mekanik sebesar 18,06 persen dengan nilai 289,1 juta dolar AS.

Kenaikan juga diikuti oleh golongan besi dan baja sebesar 26,94 persen, barang dari besi dan baha sebesar 25,39 persen, kendaraan dan bagiannya 14,50 persen.

Sementara itu, golongan pesawat terbang dan bagiannya mengalami penurunan tertinggi, yakni 73,24 persen dengan nilai 95,8 juta dolar AS.

Negara asal barang impor terbesar pada semester I-2016 adalah Tiongkok dengan nilai 14,96 miliar dolar AS (26,10 persen), Jepang 6,27 miliar dolar AS (10,93 persen) dan disusul Thailand 4,51 miliar dolar AS (7,88 persen).

“Untuk impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 22 persen, sedangkan dari Uni Eropa 9,39 persen,” ujar Suryamin.

Menurut penggolongan barangnya, impor barang konsumsi meningkat 13,57 persen pada semester I-2016, sedangkan impor golongan bahan baku dan barang modal mengalami penurunan masing-masing sebesar 12,23 persen dan 15,31 persen

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait