Jumat, 30 September 22

Boy Sadikin Ungkap Alasan Dirinya Mundur Dari PDI Perjuangan

Mantan Ketua DPD PDI Perjuangan, Boy Sadikin mengungkapkan alasan dirinya mengundurkan diri dari partai PDI Perjuangan. Menurutnya, keputusan tersebut sangat berlawanan dengan hati nurani untuk mendukung calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

“Saya beda pilihan. Kalau ketua umum (Megawati) sudah memutuskan kan final. Di sini kan hati nurani saya berbeda pilihan dengan DPP. Karena perbedaan inilah, daripada menghalangi partai saya mengambil keputusan, saya memilih keluar,” ujar Boy dalam di kediamannya di Jalan Borobudur nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/9).

Meskipun surat pengunduran diri telah diajukan ke PDI Perjuangan, namun hingga saat ini dirinya belum mendapatkan balasan dari DPP PDI Perjuangan.

“Saya buat surat tanggal 21 September , tanggal 22 September saya kirim ke DPP dan DPD. Sampai sekarang belum ada balasan. Kalau pengunduran diri setahu saya tidak dibalas. Ini saya kan karena kerelaan saya dan itu tanpa ada paksaan,” ungkap Boy.

Lebih lanjut, mantan kader PDI Perjuangan ini menilai gaya kepemimpinan Ahok tidak sesuai dengan hatinya.

“Gaya kepemimpinan dan gaya komunikasi Pak Ahok tidak berkenan di hati saya. Orang bilang itu karakter, ya silahkan. Tapi kita kan orang timur.

“Masak ada raja tega, sebagai pimpinan memaki karyawan. Di sosial media, di mana. Kan sudah memvonis. Kalau bijaksana panggil saja di dalam. Mau dimarahin atau apa ya di dalam, keluar ya biasa. Bukan langsung dijorokin. Masyarakat kan sudah divonis salah aja. Kan belum tentu. Kan mestinya dipanggil. Tapi bukan di depan umum,” ungkapnya.

Boy Sadikin sebelumnya telah diminta oleh pasangan calon Anis-Sandiaga untuk menjadi tim pemenagan. Namun, keputusan tersebut baru akan dibahas besok bersama paslon dan partai koalisi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait