Senin, 3 Oktober 22

BNP2TKI Imbau 120 Ribu TKI di Singapura Waspada Virus Zika

Sehubungan dengan travel advisory yang diterbitkan pemerintah pada 31 Agustus 2016 terkait penyebaran virus zika di Singapura, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menghimbau kepada seluruh TKI di Singapura untuk senantiasa waspada.

Himbauan yang sama juga dutujukan kepada seluruh PPTKIS dan aAgensi mitranya terutama untuk Singapura sebagai negara tujuan penempatanTKI.

“Kita tidak mempersoalkan apakah WNI yang positif terjangkit virus zika tersebut adalah TKI atau bukan. Akan tetapi, kita patut tetap waspada. Kami terus berkoordinasi dengan Kemenlu dan KBRI Singapura guna memastikan para TKI berwaspada,” kata Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, Jumat (2/9).

Sebagaimana diketahui, Singapura merupakan salah satu negara favorit tujuan penempatan TKI di kawasan Asia Pasifik, selain Malaysia, Brunai Darussalam, Hong Kong dan Taiwan.

Terkait langkah-langkah cepat dan tepat yang diambil BNP2TKI, Nusron mengatakan bahwa pihaknya sudah menghimbau para Kepala BP3TKI dan LP3TKI di seluruh Indonesia, khususnya BP3TKI Tanjung Pinang dan Batam, untuk terus memantau mobilitas TKI di pintu masuk-keluar antara Batam dan Singapore.

“Sehingga, bila terdapat TKI yang kembali dari Singapura dengan gejala menyerupai zika, segera ditangani pihak terkait di Batam,” ujarnya.

Kabag Humas BNP2TKI Dr. Servulus Bobo Riti menyatakan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 120 ribuan TKI yang bekerja di Singapura.

Menurut dia, kewaspadaan sangat penting mengingat kedekatan wilayah dan tingkat mobilitas tinggi dari warga kedua negara tersebut, tetap bisa menjadi media potensial mutasi virus zika. Sementara terkait keamanan TKI di Singapura, Servulus Bobo Riti menyampaikan, pihaknya percaya bahwa KBRI dan Pemerintah Singapura sudah dan akan terus melakukan segala upaya terbaiknya untuk mencegah dan mengatasi penyebaran virus zika tersebut.

“Ini bukan sekedar isu bagi TKI, tetapi tanggung jawab bersama sebagai sesama ASEAN,” tukas Servulus, yang juga juru bicara BNP2TKI ini.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait