Jumat, 30 September 22
Beranda Featured BNN Bongkar Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Keluarga

BNN Bongkar Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Keluarga

0
BNN Bongkar Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Keluarga
Ilustrasi Sabu-sabu / Internet

MEDAN — Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar jaringan narkoba dari Aceh ke Sumatera Utara. Petugas menemukan 18 kilogram sabu saat penggerebekan dengan bantuan anjing pelacak, Kamis 15 September 2016. Lokasi penemuan sabu itu didalam rumah dalam satu komplek yang dihuni 6 kepala keluarga bersaudara satu dengan lainnya.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan,BNN berhasil membongkar sindikat narkoba jaringan keluarga di Medan berawal dari penangkapan seorang pemuda berusia sekitar 24 tahun berinisial BB kemarin petang. Dari tangan BB ditemukan paket sabu.

“BB kemudian menyebut seorang berinsial RZ sebagai pengendalinya.Polisi kemudian menangkap RZ disalah satu hotel di Medan kemarin dan melanjutkan penggeledahan dirumah BB hari ini,”kata Arman Depari, Kamis petang 15 September 2016 usai menggeledah rumah BB di Jalan Setia Luhur Gang Sendiri, Kelurahan Dwikora, Helvetia, Kota Medan.

Dari pengakuan BB, sambung Depari, mereka sempat menjual sabu kepada seseorang seberat 6 kilogram beberapa waktu lalu. Hasil pemeriksaan sementara terhadap BB yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu, ujar Depari, diketahui bahwa barang haram itu diperoleh dari Aceh. “Dari pengakuan BB sabu dipasok seseorang dari Aceh,” tutur Depari.

Yang mengejutkan, tambah Depari, sindikat sabu BB juga melibatkan keluarganya. “Paman dan tente BB juga termasuk jaringan narkoba. Keduanya mengetahui BB sebagai bandar narkoba. Malah saat penggerebakan dengan bantuan anjing pelacak, 18 kilogram sabu ditemukan di rumah paman dan tante tersangka BB,”kata Depari

BB, sambung Depari merupakan jaringan lama pemasok sabu dari Aceh. BNN menduga sabu milik BB berasal dari Malaysia. Atas perbuatan tersangka BB, dia akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di BNN Pusat. Adapun RZ yang sempat mengaku sebagai anggota TNI karena saat ditangkap BNN ditemukan kartu anggota TNI bernama sama dengan inisial RZ itu. Namun Depari mengatakan, kartu anggota TNI itu palsu.

“Untuk tersangka RZ masih dipulihkan sebelum diperiksa karena saat ditangkap dalam keadaan over dosis narkoba,” ujar Depari.

BNN dan Polisi Resor Kota Medan, sambung Depari juga mengejar paman dan tante BB yang melarikan diri saat rumah mereka digeledah BNN kemarin.

Kepala Lingkungan 11, Kelurahan Dwikora, Helvetia, Kota Medan, Sujono mengatakan, tersangka BB tinggal satu komplek bersama paman, tante, kakak, dan keponakanya. “BB bermukim di Jalan Setia Luhur Gang Sendiri bersama 6 kepala keluarga yang semuanya masih keluarganya,” kata Sujonono kepada IndeksBerita.Com.

Tersangka BB, ujar Sujono selama ini bekerja di proyek pembangunan menara atau tower telekomunikasi milik salah satu provider. “Saya tidak menyangka dia jaringan narkoba,” tutur Sujono.