Jumat, 9 Desember 22

Bima Mulai Caper ke PDIP, Cari Dukungan Pilkada?

BOGOR – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor masih dua tahun lagi digelar. Tepatnya tahun 2018. Namun, belakangan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto terlihat mulai memperlihatkan kemesraannya dengan PDI Perjuangan Kota Bogor. Salah satunya saat digelar Banteng Music Festival (BMF) di Gelanggang Olahraga Pajajaran, Jalan Pemuda, Kamis (28/4/2016).

Dalam tahun ini, nyaris tiap acara yang dihelat PDI Perjuangan Kota Bogor, pengurus DPP PAN ini tidak pernah absen. Bima Arya sepertinya tahu, dengan menggandeng PDI Perjuangan Kota Bogor yang memiliki perolehan suara 18 persen di pemilu legislatif 2014 lalu akan memudahkan jalan menuju Pilkada Kota Bogor mendatang. Karena, salah satu syarat pilkada pasangan calon harus didukung 20 persen suara. Artinya, tinggal 2 persen lagi yang harus dipenuhi Bima Arya.

“Saya kira sangat jauh kalau ada persepsi seperti itu. Saya belum terpikir untuk mempersiapkan diri di pilkada yang akan datang. Buat saya akan lebih mengfokuskan diri pada kerja menata Kota Bogor terlebih dahulu,” ujarnya saat diwawancarai indeksberita.com, membantah anggapan soal cari dukungan.

Kembali diteruskan Bima, sebagai Wakil Ketua DPP PAN, dirinya memuji PDI Perjuangan Kota Bogor yang disebutnya rajin menggelar kegiatan dan melakukan konsolidasi.

“Kehadiran saya di acara PDI Perjuangan Kota Bogor sebagai bentuk persahabatan saja. Saya sampaikan salut kepada PDI Perjuangan karena rajin menggarap lintas usia dengtan beragam kegiatan,” tuturnya.

Saat ditanya, apakah hal itu sebagai sinyal Bima Arya Sugiarto akan menggandeng elit PDI Perjuangan sebagai bakal calonnya di pilkada nanti? Bima Arya lagi-lagi hanya tersenyum.

“Silahkan simpulkan sendiri jawabannya,” tuturnya.

Lalu, bagaimana pendapat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata terkait sinyal Bima Arya yang akan menggandeng mesin politiknya?

“Saya pikir proses pilkada itu masih jauh. PDI Perjuangan membuka diri buat siapapun dan itu juga harus melalui tahapan proses. Tidak mudah,” ucap politisi partai berlambang banteng moncong putih yang dikenali sebagai teman akrab Bima Arya sejak SMA hingga perguruan tinggi di Bandung.

Saat ditanya soal rumor yang berhembus Bima Arya bakal bergandengan dengan Dadang Iskandar Danubrata, politisi PDI Perjuangan ini tidak menjawab terbuka.

“PDI Perjuangan ada mekanisme yang harus dilalui pra penetapan calon yang akan diusung di pilkada. Jadi, siapa pun punya hak yang sama,” ucapnya.

Pada bagian lain, Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono secara gamblang menolak jika PDI Perjuangan mendukung Bima Arya Sugiarto. Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan periode tahun 2000-2015 ini secara tegas mengatakan dirinya lebih setuju mendukung Diani Budiarto.

“Saya lebih setuju Diani Budiarto, mantan walikota terdahulu. Saya yakin, jika PDI Perjuangan mendukung Diani pasti akan unggul,” tuntas Untung tanpa menyebutkan alasannya ketidaksetujuannya pada figur Bima Arya Sugiarto. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait