Selasa, 16 Agustus 22

Bima Minta KORPRI Netral, Benarkah Karena Persaingan Jelang Pilkada?

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan jajarannya agar tetap menjaga netralitas dan profesionalisme. Netralitas dan profesionalisme ini akan diuji terutama menjelang Pilkada Kota Bogor 2018 mendatang. Hal itu disampaikannya saat mengikuti upacara HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Ke-45 tingkat Kota Bogor, Selasa (29/11) di lapangan GOR Pajajaran.

Pesan lainnya yang disampaikan oleh Walikota Bogor ini adalah bagaimana meningkatkan disiplin dan tanggung jawab. Selain tentunya menanggalkan sikap dan mental lama, yaitu mental priyai, koruptif dan ego sektoral.

“Rakyat membutuhkan anggota KORPRI  yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kerja. Segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif,” kata Bima.

Menurutnya, KORPRI harus memfokuskan energi pada intisari pelayanan publik, yakni pelayanan terbaik bagi rakyat. Seluruh anggota KORPRI merupakan aset bangsa. Jadi harus menjadi bagian dari solusi bukan menjadi masalah bangsa. Pelayanan publik semakin murah, akurat dan baik, serta menghilangkan berbagai hal yang berdampak mengurangi produktifitas. Karena ke depan KORPRI akan berganti menjadi Korps Profesional Aparatur Sipil Negara.

“Tema ulang tahun ‘Bersama Korpri Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesional Aparatur Sipil Negara’ sangat tepat dalam menyambut Pilkada serentak nanti. Bima mengingatkan agar Pilkada serentak menjadi momentum ajang netralitas dan profesional. Ini ujian untuk menerapkan Panca Prasetya KORPRI,” tuturnya.

Sebagai informasi, jelang Pilkada Kota Bogor yang akan digelar 2018 mendatang, merebak kabar tak sedap hubungan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Walikota Usmar Harimar sudah tidak lagi harmonis. Keduanya dipastikan bakal bercerai. Pada pilkada mendatang. Bima sebagai kader PAN dan Usmar asal Partai Demokrat akan berhadapan dan sama-sama ingin mencalonkan diri menjadi walikota.

Partai pengusung Bima, Partai Demokrat, PKB, PBB dan Gerindra disebut-sebut akan berbalik, tidak lagi akan mengusungnya jika bercerai dengan Usmar Harimar. Belakangan, Bima dikabarkan mulai melirik PDI Perjuangan untuk memastikan syarat dukungannya terpenuhi.

“Bima dan Usmar belakangan sudah tidak lagi seirama dan sejalan. Sebab keduanya akan bersaing, saling berhadap-hadapan di Pilkada Kota Bogor nanti,” ujar sumber indeksberita.com dari Partai Demokrat yang minta tidak disebutkan namanya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait