Senin, 26 September 22

Besok, Pemkot Bogor Gandeng TNI dan Polri Gusur PKL 

BOGOR – Besok, Kamis (14/6/2016) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali akan menggelar pembersihan Pedagang Kaki Lima (PKL). Sasaran lokasi penataan tersebut yakni persimpangan Jalan Asem, MA Salmun, Dewi Sartika hingga lingkungan Pasar Kebon Kembang.

“Diharapkan ruas jalan di seputaran Pasar Kebon Kembang lebih tertib dan rapi sehingga masyarakat yang melintas dan berbelanja di pasar bisa lebih nyaman,” tukas Asisten Tata Praja Setdakot Bogor Hanafi kepada awak media, Rabu (13/7/2016).

Sehari sebelumnya, sebut Hanafi, jelang penertiban sudah digelar rapat koordinasi yang dihadiri Dirut PD PPJ Andri Latif, Kabid Kebersihan DKP Kota Bogor Uju Juwono, Sekretaris Satpol PP Hasibuan, serta lurah terkait. Masih menurutnya, pemkot juga akan menggandeng TNI, Polri dalam melakukan penataan kawasan Pasar Kebon Kembang esok.

“Dalam operasi gabungan nanti akan turun langsung Danrem 061 Suryakancana bersama puluhan pasukannya dari 315, Dandim 0606, Dandenpom, serta Kapolres Kota Bogor yang juga akan menurunkan puluhan anggotanya,” ujarnya.

Walikota dan Wakil Walikota juga dipastikan akan memimpin langsung kegiatan.

“Puluhan anggota Satpol PP dan DLLAJ serta petugas kebersihan, aparatur wilayah juga akan dikerahkan dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Pantauan media online ini, meski sudah dilakukan penertiban saat malam takbiran di lingkungan Pasar Kebon Kembang, namun pasca Lebaran masih terlihat PKL memanfaatkan trotoar dan bahu jalan. Hal itu terlihat di Jalan Asem, MA Salmun, Dewi Sartika hingga Sawojajar.

Bahkan, salah satu rumah makan mie yamin yang berlokasi di bersebarangan dengan Yogya Mal malah mengkapling area trotoar dengan tenda, dan menjadikannya sebagai lokasi makan pengunjung. Anehnya, meski sebelumnya dilakukan penataan PKL, rumah makan ini seolah seperti terbebas dari teguran dan sanksi para aparat penegak perda Kota Bogor.    

Terkait akan dilakukan penertiban PKL melibatkan tim gabungan, Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Agustiansyah membenerakan. Agus mengatakan bahwa penertiban kali ini akan dilakukan dengan konsep baru berdasar pengalaman tahun lalu.

“Harapannya semoga lebih maksimal. Kunci penertiban PKL yang dilakukan, dengan tiga metode relokasi, rekondisi, dan represif. Jika salah satunya saja tidak sepakat, maka tidak akan berhasil,” tuntasnya. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait