Rabu, 30 November 22

Berusia 710 Tahun, Masjid Al Mustofa, Rumah Ibadah Tertua di Kota Bogor

Berada di pemukiman padat penduduk,  di Kampung Bantarjati Kaum, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor terdapat rumah ibadah umat muslim tertua, namanya Masjid Al Mustofa. Hingga saat ini, konon usianya sudah berusia 710 tahun. Dan ini menjadi rumah ibadah tertua di Kota Bogor.

Rumah ibadah umat muslim ini dibangun seorang musafir asal Banten, yang bernama Tubagus H. Mustofa Bakri dibantu tiga sahabatnya, yaitu Raden Dita Manggala (kemudian menjadi besan nya),dan Chaidir, juga Kail / Kair pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadhan 728 Hijriah. Tidak jauh dari Masjid Al Mustofa juga terdapat makam tiga pendirinya, yakni Raden Dita Manggala dan dua makam keturunan keluarga K.H.Tubagus Mustofa Bakri.

Sementara, makam K.H.Tubagus Mustofa Bakri dikabrakan berada di Mekkah. “Nama masjid diambil dari pendirinya, pendiri makam dan para santri beliau pun dimakamkan disini, namun Tubagus Al Mustofa dimakamkan di Mekkah,” tukas Mukti Natsir ketua DKM Masjid Al-Mustofa saat diwawancarai indeksberita.com, baru-baru ini.

Kawasan yang dulunya bernama Kampung Baru itu memiliki sejarah panjang tentang tokoh-tokoh penyebaran agama Islam di Kota Bogor. Ketiga penyebar agama Islam tersebut bertemu di Kampung Baru dan mendirikan masjid.

“Beliau itu berasal dari tempat berbeda. Ada yang dari Banten dan ada yang dari Cirebon. Tapi, dalam perjalanan mereka bertemu hingga akhirnya singgah di Kampung Bantarjati Kaum yang dulunya bernama Kampung Baru,” imbuhnya.

Setelah mereka wafat, para santri dari Tubagus Mustofa pun ikut dimakamkan di komplek makam sesepuh kampung bersama Raden Dita Manggala dan dua makam keturunan keluarga K.H.Tubagus Mustofa Bakri.

Masjid Al-Mustofa tidak menggunakan air dari PDAM atau seperti pada umumnya mesjid lain yang ada tetapi menggunakan air langsung dari sumber mata air yang ditemukan sejak pertama kali masjid didirikan,sampai sekarang airnya terus mengalir dan belum pernah kering.

Mata air ini ukuran kedalamannya sekitar 190 m dan ukuran pipa (4 inci dan 3 inci).mata air ini juga dialirkan melalui pipa-pipa ke masjid, juga dialirkan kepada 38 rumah masyarakat sekitar masjid. Masjid ini sudah berulang kali dilakukan renovasi, tapi masih tetap terasa kental bangunan aslinya,yaitu perpaduan antara ulama Banten dan Cirebon.

Bangunan berupa tiang yang ada di dalam masjid dulunya terbuat dari kayu jati dan terdapat Sembilan goresan di bagian depan dekat tempat mimbar atau imam yang melambangkan Walisongo. Namun sekarang tiangnya diganti menjadi beton dengan tidak menghilangkan elemen bangunan baik struktur maupun ornamen yang ada di masjid. Mesjid Al- Mustofa sudah dijadikan Cagar Budaya oleh pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, berbagai kegiatan keagamaan juga masih sering dilakukan, seperti tadarus, pengajian dan kegiatan lain.

“Masjid ini awalnya hanya seluas 11 x 35 meter dan dibangun menggunakan batu kali sebagai fondasinya, setelah dilakukan pemugaran, luas bangunannya pun sudah diperbesar menjadi 15 x 50 meter. Tempat wudhunya dibuat seperti kolam dan airnya dari sumber mata air yang belum pernah kering,” tuntasnya

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait