Jumat, 12 Agustus 22

Belum Tunjuk Pengacara, Sidang Dakwaan Dahlan Iskan Ditunda

Surabaya – Sidang perdana Dahlan Iskan dalam perkara penjualan aset BUMD Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha (PWU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya ditunda. Penundaan oleh majelis hakim itu karena terdakwa belum menunjuk kuasa hukum untuk pembelaan dalam perkara tersebut.

“Saya percaya kepada majelis hakim. Karena saya belum menerima berkas dakwaan yang lengkap, maka saya belum menunjuk kuasa hukum,” kata Dahlan Iskan di hadapan majelis hakim yang diketuai M Tahsin, Selasa (29/11/2016).

Sebelum majelis hakim menutup sidang, majelis memberikan pertanyaan kepada pihak Jaksa Penuntut Umum terkait pernyataan Dahlan yang mengatakan belum menerima berkas dakwaan.

“Kami sudah memberikan surat dakwaannya yang mulia, yang diiterima oleh Etik, staf dari penasehat hukum tersangka,” kata Jaksa Trimo, menjawab pertanyaan Hakim.

Mendengar jawaban jaksa, Dahlan akhirnya mengakui telah menerima surat dakwaan tersebut. “Maksud saya berkas lainnya, yakni BAP yang belum saya terima,” Dahlan menyampaikan.

Akhirnya diputuskan jaksa memberikan BAP yang diminta Dahlan atas saran hakim dengan biaya foto copy sendiri.

Selanjutnya mantan Direktur Utama PLN ini mengatakan, meski ada penundaan sidang dirinya tidak keberatan jika jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur membacakan dakwaan. “Jika diizinkan oleh yang mulia, saya siap kalau dakwaannya dibacakan, karena saya menyadari jaksa sudah bekerja keras demi peradilan yang singkat dan cepat,” kata Dahlan.

Namun permintaan Dahlan ditolak oleh Hakim Tashin. Karena setelah jaksa membacakan dakwaan,, terdakwa dan pengacara harus bersikap atas tuntutan jaksa tersebut

“Karena setelah pembacaan dakwaan, anda dan penasehat hukum anda harus bersikap, jadi saya minta pada persidangan berikutnya anda sudah harus didampingi penasehat hukum,” kata Hakim Tahsin sambil mengetukan palu sebagai tanda berakhirnya persidangan.

Untuk sidang selanjutnya, oleh Hakim Tahsin dijadwalkan pada hari Selasa 6 Desember 2012.

Usai menunda sidang Dahlan Iskan, majelis hakim melanjutkan sidang perkara yang sama dengan terdakwa Wisnu Wardhana di Ruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya. Agenda sidangnya adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Majelis hakim tetap melakukan penahahan terhadap Mantan Ketua Tim Pelepasan Aset PT PWU ini.

Dalam pembacaan dakwaan, Wisnu didakwa Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Wisnu dan penasehat hukumnya menolak dakwaan jaksa tersebut, dan mengajukan eksepsi. “Kami ajukan eksepsi majelis yang mulia,” ucap Dading, Penasehat Hukum Wisnu Wardhana.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait