Sabtu, 10 Desember 22

Bebaskan Sandera di Papua, 5 Perwira TNI Menolak Kenaikan Pangkat

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada para prajurit TNI yang ikut tergabung dalam operasi pembebasan warga yang sempat diisolasi oleh Kelompok Sparatais Papua di Desa Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Minggu, (19/11/2017). Namun ada kejadian yang mengejutkan dalam upacara penganugerahan pangkat tersebut, 5 perwira TNI menolak kenaikan pangkat yang akan dianugerahkan kepada mereka.

Penolakan pangkat tersebut bukan hanya membuat Panglima TNI terharu namun juga menuai pujian dari publik. Pasalnya para perwira tersebut menolak kenaikan pangkat karena menganggap tugas memmbebaskan sandera adalah kewajiban.

“Lima perwira diwakili komandan upacara menyampaikan keberhasilan adalah milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab para perwira sehingga secara halus mereka menolak kenaikan pangkat,” kata Gatot dalam rekaman video yang diunggah akun Twitter Kodam III SIliwangi, Minggu (19/11/2017).

Sebagai wujud apresiasi dan penghargaan, Panglima TNI akan memberikan pendidikan khusus kepada ke lima perwira TNI yang terlibat langsung memimpin operasi pembebasan sandera. Mereka akan mendapatkan pendidikan mendahului rekan-rekan seangkatan mereka.

“Saya ulangi para perwira meminta menjelaskan keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah tanggung jawab para perwira, maka sepantasnya yang mendapatkan kenaikan pangkat hanya anak buahnya maka 5 perwira tidak menerima kenaikan pangkat tapi diberikan latihan khusus mendahului rekan-rekannya,” papar Gatot.

Disamping kebanggannya, Gatot sangat mengapresiasi sikap para prajurit yang dengan sigap menyelamatkan para sandera. Menurut Gatot, kelima Perwira tersebut adalah suri tauladan untuk prajurit yang lebih mementingkan NKRI ketimbang kepentingan pribadi.

“Ini adalah contoh dan teladan prajurit yang tidak mengutamakan kepetingan pribadi tapi hanya untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” tandas Gatot

Sebelumnya, pada Jumat (17/11/2017) Tim gabungan TNI-Polri berhasil membebaskan 344 warga Kampung Kimbely dan Kampung Longsoran, Kecamatan Tembagapura, Mimika, Papua yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) selama sepekan lebih.

Operasi pembebasan kemarin dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, dan Asisten Bidang Operasi Kapolri Irjen Pol M Iriawan. Operasi pembebasan dilakukan secara bertahap sejak pagi hari hingga petang hari.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait