Rabu, 17 Agustus 22

Bareskrim Targetkan Berkas Perkara Kasus Ahok Rampung Pekan ini

Pemberkasan perkara dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Bareskrim Polri hingga saat ini sudah 70 persen dan ditargetkan selesai pada Jumat pekan ini.

“Sudah hampir 70 persen. Kita maksimalkan kalau hanya keterangan-keterangan ahli yang diminta oleh pelapor, mungkin hanya enggak sampai penuh yang kita terangkan mungkin bisa pendalaman di persidangan. Waktu kan sudah cukup lama,” kata Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2016).

“Target waktu? Hari Jumat lah,” imbuh dia. Menurut Ari, pada hari itu juga akan ada pula pelimpahan berkas tahap pertama kepada JPU (jaksa penuntut umum) untuk diperiksa.

Ari tidak memungkiri berkas itu bisa dikembalikan lagi ke penyidik Bareskrim. Namun, Ari menyebut penyidiknya sudah ancang-ancang mulai dari proses penyelidikan yang cukup memakan waktu dan diharapkan hal itu bisa meminimalisasi bolak-baliknya berkas tersebut.

“Jaksa sudah mengetahui bahwa kita melakukan penyelidikan yang cukup relatif panjang. Kemudian untuk penyidikan kita sudah koordinasi sejak awal mudah-mudahan enggak pulang pergi lagi,” imbuh Ari.

Bagaimana koordinasi dengan kejaksaan?

“Koordinasi sudah kita laksanakan sejak awal, sejak SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan). Kemudian kita sudah mendapatkan informasi jaksa siapa yang akan menangani nanti kita sudah dapat. Sejak saat itu sudah melakukan koordinasi apa-apa yang sudah kita laksanakan sehingga kita harapkan dalam proses ke depannya tidak ada pulang pergi. Kita harapkan langsung P-21,” tuturnya.

Dalam konteks pendapat berbeda atau dissenting opinion yang terjadi saat gelar perkara lalu, Ari menjawab bahwa hal itu tidak akan terjadi pada saat pemberkasan.

“Kalau pemberkasan pasti satu kesimpulan dalam berkas perkara. Resume nanti ujungnya satu bahwa apa yang sudah dilaksanakan itu melihat bahwa bukti-bukti apa yang akan kita tampilkan sehingga pada poin akhirnya dapat dikatakan cukup bukti,” tegas Ari.

Kendati demikian, Ari belum bisa memastikan apakah kasus ini akan segera digelar di pengadilan sebelum Februari. Pilkada serentak akan digelar pada 15 Februari 2017. “Saya enggak mau mendahului itu,” pungkas dia.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait