Kamis, 1 Desember 22

Bantu Kualitas Pendidikan, USAID Telah Melatih 17,230 Pendidik di Jawa Timur

Melalu program yang diberi nama PRIORITAS, United States Agency for International Development (USAID) yang  telah bermitra dengan Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu 2012-2017, segera akan mengakhiri kegiatannya hingga bulan Juli 2017.  Program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui sejumlah pelatihan bagi guru, kepala sekolah, pengawas, dan komite sekolah ini, USAID telah melatih 17.230 pendidik.

Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Timur Silvana Erlina menjelaskan, bahwa USAID PRIORITAS yang bekerja di 19 kabupaten/kota, saat ini sedang menggelar roadshow penutupan program. Roadshow ini sekaligus meminta komitmen dari para pemangku pendidikan di kabupaten/kota untuk terus menjaga kualitas pendidikannya.

“Kendala utama yang dihadapi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten/kota adalah sangat bergantung kepada komitmen kepala daerah dan pemangku kebijakan dalam pendidikan, hingga ke level kepala sekolah, “ begitu dijelaskan Silvana, kepada indeksberita, Selasa, (2/5/2017).

Sebagus apapun kualitas guru, lanjut Silvana,  apabila mereka tidak didukung oleh kepala sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan lainnya. Maka, tandas Silvana, mereka hanya akan menyebarluaskan praktik baiknya di kelasnya saja. “Padahal praktik baik yang dilakukan guru perlu disebarkan pada guru lainnya dalam forum kelompok kerja guru,” tegas Silvana.

Silvana juga menyampaikan, sejauh ini pihaknya sudah bertemu dengan pemangku pendidikan di 6 kabupaten/kota di Jawa Timur. Para pemangku tersebut, semua menyatakan siap untuk meneruskan Program USAID PRIORITAS dengan menganggarkan dana demi peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan.

Hal itu ditunjukkan Silvana, hingga akhir Mei nanti akan mengadakan pertemuan dengan 13 kabupaten/kota lainnya. Ke-19 kabupaten/kota tersebut yakni Bangkalan, Lamongan, Sampang, Sidoarjo, Nganjuk, Lumajang, Situbondo, Pamekasan, Pasuruan, Banyuwangi, Kota Mojokerto, Ngawi, Madiun, Jombang, Blitar, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Tuban, dan Bojonegoro.

Sementara itu Direktur USAID, Erin Elizabeth Mckee, setelah menemui Gubernur Jawa Timur Soekarwo, menjelaskan bahwa USAID masih akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di beberapa bidang antara lain, pendidikan, kesehatan, air dan sanitasi, USAID akan memfokuskannya.

“USAID menangani berbagi sektor di Jawa Timur, yang saya bicarakan dengan pak gubernur tadi adalah tentang pendidikan, lingkungan, air bersih dan sanitasi serta pemerintahan yang baik,” ujar Erin usai bertemu Soekarwo pada Jumat, 28 April 2017.

Setelah melakukan pertemuan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap keberhasilan USAID di Jawa Timur, sebaiknya dilanjutkan khususnya untuk daerah di Pulau Madura, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Probolinggo.

“Kerjasama Pemprov Jawa Timur dengan USAID terutama dibidang pendidikan akan habis pada Juli ini. Mohon diperpanjang keberhasilan program-program USAID tidak hanya di Tulungagung dan Jember, tetapi juga di Bondowoso, Situbondo, Probolinggo dan seluruh Madura,” kata Soekarwo.

 

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait