Jumat, 2 Desember 22

Bandara Internasional Kulonprogo Harus Dibangun, Ini Alasannya

JOGJA (BRS) – Meskipun DIY telah memiliki Bandar Udara Adisucipto yang terletak Jl. Solo sejak 1940, Pemprov DIY berwacana akan membangun bandara baru di Kulonprogo pada Maret 2017.

Istijab Danunegoro selaku ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia menjelaskan, DIY membutuhkan investasi tersebut demi menyeimbangkan pertumbuhan hotel dengan sarana dan prasarana transportasi.

Berita Resmi Statistik (BRS) dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi yang  diterbitkan pada 4 Mei 2015, menjelaskan variable rata-rata tingkat penghunian kamar (TPK) pada Hotel Bintang DIY Maret 2015 tercatat sebesar 49,84 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan 2,18 poin dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 47,66 persen.

Kenaikan signifikan terjadi pada klasifikasi hotel bintang empat sebesar 12,26 poin, sedangkan untuk bintang satu, bintang tiga dan bintang lima justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,94 poin, 0,69 poin, dan 4,65 poin. Dibandingkan pada tahun lalu, TPK hotel bintang mengalami penurunan sebesar 2,15 poin. Data tersebut diambil berdasarkan hasil klasifikasi hotel yang dilakukan oleh PHRI, dengan jumlah hotel bintang yang aktif sampai dengan Februari 2015 sebanyak 78  hotel.

Sedangkan untuk TPK hotel non bintang dan usaha akomodasi lain di bulan yang sama, rata-rata penurunan sebesar 1,17 poin. TPK tertinggi mencapai besaran angka 29,71 persen terjadi pada kelompok kamar <10 dan TPK terendah mencapai besaran angka 19,37 persen terjadi pada kelompok kamar 25-40. Dibandingkan kondisi setahun yang lalu TPK hotel non bintang/usaha akomodasi lain menunjukkan penurunan sebesar 3,19 poin. Data tersebut diambil berdasarkan jumlah sampel terpilih tahun 2015 sebanyak 225 hotel dari jumlah populasi 1.071 usaha akomodasi lainnya.

Untuk transportasi udara yang datang di Maret 2015, jumlah penumpang angkutan udara yang datang melalui Bandara Adisutjipto secara keseluruhan mengalami kenaikan sebesar 6,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah penumpang yang datang sebesar 230.987 orang, terdiri dari 217.069 penumpang penerbangan nusantara dan 13.918 penumpang penerbangan mancanegara.

Sedangkan untuk penumpang penerbangan nusantara mengalami kenaikan sebesar 5,41 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu sebesar 205.921. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah kedatangan pesawat pada Februari 2015 sebanyak 72 pesawat menjadi 11 pesawat pada Maret 2015. Sedangkan untuk kedatangan penumpang penerbangan mancanegara terjadi kenaikan sebesar 18,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu sebesar 11.760 penumpang.Jumlah penumpang penerbangan mancanegara di semua pelabuhan udara mengalami kenaikan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait