Jumat, 9 Desember 22

Aziz Syamsudin: Rekonsiliasi Golkar Harus Bulat

Jakarta – Salah satu bakal calon Ketua Umum Partai Golkar Aziz Syamsuddin mengatakan,  rekonsiliasi Partai Golkar tidak bisa setengah-setengah, tapi harus sempurna dan bulat.

“Rekonsialiasi Partai Golkar harus sempurna dan bulat, tidak bisa setengah-tengah dan saya membaginya dalam tiga hal, pertama rekonsiliasi bersifat vertikal,” ujar Aziz dalam diskusi bertajuk “Jalan Panjang Rekonsiliasi Golkar” di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/5).

Aziz lebih lanjut menuturkan bahwa rekonsiliasi itu harus terwujud dalam tiga hal, yakni yang besifat vertikal, horisontal, dan kaderisasi yang mendukung dua rekonsiliasi tersebut.

Menurutnya, rekonsiliasi vertikal telah diputuskan Partai Golkar dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dengan mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

“Sebagai kandidat ketua umum, saya akan melanjutkan rekonsialisi vertikal tersebut dengan akan mendukung pemerintahan Jokowi-JK dalam mewujudkan Nawacita,” tandas dia.

Sementara itu, rekonsiliasi horisontal terkait dengan partai-partai politik lain untuk membangun soliditas termasuk dengan partai-partai pendukung pemerintah.

Dengan demikian, pelaksanaan seluruh fungsi parleman baik fungsi anggaran, pengawasan maupun legislasi akan terarah pada upaya memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Adapun,  yang ketiga adalah melakukan kaderisasi dan pendidikan kader yang akan mendukung rekonsiliasi vertikal dan horisontal.

“Ini merupakan perwujudan partai Golkar yang secara ideologis memperjuangkan rakyat yang bermartabat dan terhormat,” kata Aziz.

Menurut Aziz, pelaksanaan Munaslub Golkar selain terkait dengan pemilihan ketua umum, juga merupakan ajang untuk menyempurnakan perjuangan ideologis Golkar sebagaimana dinyatakan dalam visi Indonesia 2045 versi Partai Golkar.

“Dalam mewujudkan visi, dilakukan bertahap 2015 sampai 2025 dengan menetapkan fondasi infrastruktur dan pembangunan manusia, 2025-2035 menetapkan percepatan pembangunan infrastruktur dan manusia dan akhirnya perwujudan masyarakat sejahtera dan makmur pada 2035-2024,” tutur Aziz

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait