Rabu, 25 Mei 22

Asiknya Berkereta Api

Liburan

Kereta api sudah dikenal sebagai moda transportasi yang paling aman. Saking amannya bahkan berpengaruh pada tingkat keamanan moda transportasi lainnya. Dimana jika tingkat pengguna/penumpang kereta meningkat, maka tingkat kecelakaan di jalan raya akan berkurang.

Tapi mengenai kenyamanan? Jangan ragukan. Kereta api sudah berbeda. Kenyamanan sudah terasa sejak pemesanan dan pembelian tiket. Yang bisa diakses secara luas digerai toko modern yang ada dimana-mana, dan melalui internet.

Memasuki stasiun kenyaman sangat terasa. Informasi tersedia di setiap pojok dengan petugas yang selalu siaga. Kantin, restauran berderet rapih, bersih dan nyaman, dengan harga yang tak jauh berbeda dibanding tempat lain.

Yang lebih mengejutkan lagi, fasilitas untuk orang yang berkebutuhan khusus juga tersedia, mulai dari kursi roda sampai lift. Lift akan mengantarkan penumpang berkebutuhaan khusus sampai peron kereta.

Pak Yadi salah seorang penumpang yang saya wawancarai, memberikan alasan mengapa dia memilih kereta:
“Saya tinggal di kutoarjo mas, kita yang menjadi tempat perhentian kereta yang dari Jakarta¬† yang menuju Jogya atau sebaliknya, jadi praktis mas”
Arief penumpang lainnya memiliki alasan lain. Dia tinggal di Jogya, bisa menggunakan kapal terbang yang harga tiketnya juga kadang tak terpaut jauh dengan kereta. Dia memilih kereta karena jika naik pesawat, setelah di bandara Jakarta ke Jatinegara, tempatnya bekerja, bisa 3 jam juga waktu tempuhnya. Dan dia punya alasan lain rupanya:
“Ada sensasi sendiri naik kereta api, saat tujuannya berlibur dan ga dikejar waktu” kata arif, yang bekerja di perusahaan jasa keuangan.
” Pilih perjalan pagi, kita bisa melihat pemandangan. Dan di dalam kereta kita bisa jalan-jalan ke gerbong restorasi, ngobrol debgan teman, baik uang sudah kita kenal maupun baru kita kenal” katanya menjelaskan.

IMG-20160101-WA0004Aduh sayangnya saat ini saya melakukan perjalanan malam, guman saya dalam hati. Lalu saya berpisah dengan mereka, yang saya baru kenal saat menunggu kereta kami masing-masing, disebuah kantin sambil minum kopi.

Saat kereta yang akan saya maiki tiba, kenyamanan di dalam kereta juga terasa. Gerbong bersih dengan penyejuk ruangan yang harum. Televisi yang berisi informasi perjalanan dan hiburan tersedia, bantal dan selimut ada, pelayanan pun juga ramah.

Dalam perjalanan saya mengikuti kiat yang diberikan teman baru tado, jalan ke antar gerbong menuju restorasi. Dan ketemu sensasi yang disebut tadi. Sensasi sebagai mahluk sosial yang berusaha menjalin komunikasi dengan yang lain

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait