Kamis, 7 Juli 22

Arswendo: “Lapas Itu Kayak Usus Buntu”

Jakarta – Budayawan Arswendo Atmowiloto menganalogikan permasalahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dengan penyakit usus buntu.

“Lapas ini kayak usus buntu dalam kemaslahatan kita. Usus buntu ini kalau ada masalah baru diurusi. Bedanya usus buntu ini sekali operasi selesai,” ujar Arswendo dalam diskusi bertajuk “AADL (Ada Apa Dengan Lapas)” di Cikini, Jakarta, Sabtu (30/4).

Dia menambahkan, kerusuhan di Lapas akhir-akhir ini bisa saja karena ketidaktahuan atau bahkan ketidakpedulian Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly terhadap warga binaan.

“Dia, tidak peduli atau tidak tahu, atau dua-duanya,” tegasnya.

Menurutnya, soal kelebihan kapasitas yang sering disebut jadi pemicu kerusuhan sebetulnya bisa mudah saja diatasi, antara lain dengan memindahkan sebagian napi ke lapas dengan penghuni lebih sedikit.
Namun, Arswendo menambahkan, bahwa proses memindahkan ini perlu dana tidak sedikit. Selain itu, jumlah petugas Lapas saat ini juga belum seimbang dengan jumlah penghuninya.

Lebih lanjut menurut Arswendo, Kemenkumham harus lebih mengoptimalkan pendekatan kemanusiaan.

Sementara, terkait pernyataan Menkumham yang akan memecat sipir penjara yang terlibat dalam kerusuhan lapas, Arswendo mengatakan: “Gak usah pak menteri, nenek saya juga bisa ngomong seperti itu”.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait