Selasa, 24 Mei 22

Arseto Pariadji Penyebar Fitnah Undangan Perkawinan Putri Jokowi Jadi Tersangka

Arseto Pariadji, pria yang mengunggah video berisi fitnahan terhadap keluarga Presiden Joko Widodo dengan mengatakan bahwa undangan pernikahan Kahiyang Ayu (Mbak Ayang) – Boby Nasution dijual 25 juta rupiah ahirnya ditetapkan oleh Polisi sebagai tersangka.

Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan hal tersebut kepada awak media di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (28/3/2018) malam.

Namun Roberto mengungkapkan bahwa penetapan status tersangaka terhadap Arseto bukan atas dasar laporan dari relawan Jokowi Mania atas kasus fitnahan kartu undangan pernikahan Ayang-Boby melainkan tindak lanjut laporan salah satu lembaga keagamaan pada Senin 26 Maret 2018 lalu.

Roberto mengungkapkan bahwa salah satu lembaga keagamaan tersebut melaporkan Arseto lantaran postingan Arseto dituduh telah menyebarkan kebencian terhadap agama tertentu yang dia unggah melalui akun Facebooknya pada Minggu 25 Maret 2018.

Dalam postingan yang diunggah Arseto tersebut, Roberto mengungkapkan Arseto menuding salah satu agama tertentu sebagai ajaran yang ada hubunganya atau identik dengan komunisme.

“Ya dia mengatakan bahwa ada kaitan salah satu kelompok keagamaan ini berkaitan dengan ajaran marxisme dan komunisme,” paparnya.

Dalam kasus ini Arseto dijerat dengan lpasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 ttg Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 ttg ITE dan/atau Pasal 156 KUHP. Arseto diduga telah menyebarluaskan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Sedangkan dalam kasus dugaan penyebaran fitnah penjualan undangan pernikahan Ayang – Boby, Arseto dilaporkan Relawan Jokowi Mania terkait pencemaran nama baik melalui media elektronik dan terancam disangkakan dengan pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait