Kamis, 7 Juli 22

Apel Kebangsaan Pemuda Muslim Indonesia, Presiden Dorong Persatuan dan Persaudaraan

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah mengadakan Apel Kebangsaan Pemuda Muslim Indonesia di pelataran Candi Prambanan Yogyakarta. Apel Kebangsaan yang diikuti oleh Banser NU dan Kokam Muhammadyah ini bertemakan Pemuda Hebat Jaga Bumi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya mengingatkan bahwa peserta apel merupakan pewaris darah juang para ulama. Kepada sekitar 20 ribu peserta Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia, Presiden mendorong agar mereka terus menjaga persatuan dan persaudaraan, serta terus mengembangkan diri agar mampu berkompetisi dalam skala global bagi Indonesia dan juga dunia.

“Saudara-saudara adalah pewaris darah juang para ulama, penerus perjuangan Kiai Haji Hasyim Ashari, penerus perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan. Saudara-saudara semua adalah pejuang untuk membangun Islam yang rahmatan lil alamin. Saudara-saudara adalah pewaris darah juang para ulama mengembangkan Islam nusantara, mengembangkan Islam berkemajuan, dan memperkuat Islam Indonesia,” urai Presiden dalam sambutannya.

Presiden Jokowi mengingatkan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim yang terbesar di dunia, dengan beragam latar belakang budaya, suku dan agama. Dalam keberagaman ini, Indonesia masih kokoh berdiri hingga kini, karena terus memelihara persatuan dan persaudaraan dengan menjaga sikap toleransi.

Ia juga mengajak para pemuda Islam untuk terus membangun diri, dengan terus meningkatkan kapasitas agar mampu membantu umat.

Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia

“Pemerintah selalu siap mendukung langkah-langkah mulia yang saudara lakukan. Dengan itu Indonesia akan menjadi negara yang besar, baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur,” ucapnya mengakhiri.

Ketua Pemuda Muhammadyah Danil Azhar, menjelaskan bahwa kegiata Apel Kebangsaan yang diikuti oleh Pemuda Muhammadyah dan Ansor NU ini merupakan bebtuk upaya menjaga persatuan dan semangat kebangsaan. Semangat ini tampak, bukan hanya karena diikuti oleh organisasi pemuda NU dan Muhammadyah, tapi juga bagaimana membangun silaturahmi, dan terlibat dalam kegiatan bersama.

“Kegiatan ini memastikan kita bisa gotong royong, bisa silaturahim, bentuk ikatan hati antara pemuda Islam,” ujarnya.

Hal yang sama sisampaikan oleh Ketua Umum GP Anshor, Yaqut Cholil Qoumas. Ia bahkan akan melanjutkan upaya menjaga silaturahmi dan kerja bersama ini dalam bentuk kegiatan yang lebih kongkrit.

Kita terbiasa lihat perbedaan antara satu dengan yang lain. Dengan kegiatan ini kita akan dorong pemuda Indonesia bersama Banser, Anshor dan Muhammadiyah, kita lanjutkan dengan kegiatan lebih konkrit,”¬†ujar Gus Yaqut

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait