Rabu, 29 Juni 22

Antisipasi Macet, Lalin Bogor Berlakukan Sistem Satu Arah

BOGOR – Antisipasi kemacetan di sejumlah ruas Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor gagas pemberlakukan Sistem satu Arah (SSA) di lingkar Kebun Raya Bogor (KRB). Pilihan ini dinilai lebih murah biaya dibanding harus melakukan pelebaran ruas jalan karena diprediksi akan terjadi kendala saat dilakukan pembebasan.

“Kemacetan kendaraan saat ini tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan juga kapasitas jalan. Pembangunan dan pelebaran jalan untuk pembebasan lahan pun tidak mudah,” tukas Kabag Humas Pemkot Bogor Encep Ali kepada indeksberita.com, Sabtu (19/3/2016).

Sebagai solusi, sambungnya, adalah dengan mempercepat program rekayasa lalu lintas berupa penerapan SSA lingkar Kebun Raya Bogor (searah jarum jam). SSA yang bakal efektif diberlakukan pada 1 April mendatang, dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Saat ini, Pemkot Bogor juga tengah membangun infrastruktur, mulai dari fasilitas pejalan kaki, sepeda, shelter Transpakuan jalur tengah, dan juga sterilisasi jalur dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir di badan jalan.

“Kebijakan SSA dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam mengatasi permasalahan kemacetan dan kesemrawutan,” tutur Encep.

Perubahan besar-besaran rute angkot akan diberlakukan mulai 1 April 2016 mendatang. Selain perubahan 13 rute angkot, penerapan sistem satu arah (SSA) di seputaran KRB juga membuat jalur angkot bakal lebih panjang.

Rencana pemberlakuan sistem satu arah (SSA) di seputaran Kebun Raya Bogor (KRB), membuat 13 trayek angkutan kota (angkot) mengalami perubahan lintasan. Trayek angkot tersebut adalah 01, 02, 03, 05, 06, 07, 08, 09, 10, 11, 13, 21, dan 23.

Saat rapat Selasa lalu, Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan, progres program sistem satu arah sudah mencapai 60 persen. Dia pun sudah membentuk tim yang akan menangani SSA.

Untuk mewujudkan SSA , pihaknya akan mensterilkan beberapa kawasan dari pedagang kaki lima (PKL). Misalnya kawasan Jalan Dewi Sartika, Kebun Kembang, Otista, dan Stasiun Bogor. Nantinya kawasan itu akan menjadi jalur alternatif bagi kendaraan pada saat diberlakukannya SSA.

“Jalur alternatif harus steril dari PKL jika tidak, berpotensi terjadinya penumpukan kendaraan,” tuntas Bima. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait