Rabu, 29 Juni 22

Antisipasi Bentrok Geng Motor, Ini Kata Dewan dan Disdik Kota Bogor

BOGOR – Maraknya kasus bentrok antar geng motor yang didominasi para pelajar di Kota Bogor saat jelang sahur belakangan ini dengan membekali diri menggunakan senjata tajam membuat ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono ikut merasa prihatin. Menurutnya, latarbelakang tawuran dengan tujuan menghilangkan nyawa orang lain sudah tergolong kriminal.

“Saya berharap pihak sekolah bisa memberlakukan tindakan tegas bagi siswanya yang kerap tawuran. Apalagi, saya dengar sudah menimbulkan korban. Jadi, perlu diberikan sanksi,” kata Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono di dewan saat ditemui indeksberita.com, Selasa (28/6/2016).

Menurut Untung, banyak kasus tawuran yang diketahuinya dimulai dari komunikasi melalui telepon genggam dan disinyalir terencana. Dia menyarankan agar pihak sekolah menitipkan telepon genggam siswa pada saat jam belajar.

“Telepon genggam siswa lebih baik dititipkan pada guru saat siswa berada di sekolah dan baru diberikan lagi saat pulang sekolah. Dan, guru walikelas juga perlu menyampaikan larangan tersebut kepada orangtua siswa terkait. Ponsel diduga kerap digunakan hal-hal yang negatif di kalangan pelajar. Mulai dari janjian tawuran hingga mencontek di kelas. Jadi, perlu dibuat larangan,” anjurnya.

Gayung bersambut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Edgar Suratman juga mengaku setuju dilakukan pembatasan penggunaan ponsel bagi siswa sekolah. Dia juga minta kepada orangtua siswa untuk selalu melakukan pengawasan telepon genggam siswa untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Sangat bahaya jika penggunaan handphone pada anak dibiarkan begitu saja, orangtua tidak bisa mendeteksi perkembangan anak seperti apa,” jelas Edgar.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Kota Bogor, Christian mengusulkan perlunya dibentuk Polisi Sekolah seperti halnya dengan Polisi Taman dari unsur Satpol PP yang terlebih dahulu diberadakan.

“Saya pikir perlu dibentuk Polisi Sekolah dari unsur Satpol PP yang tugasnya melakukan pengawasan patroli ke sekolah dan di jalan. Saya pikir, perlu uncur khusus untuk mengantipasi kenakalan remaja bermotor, apalagi sudah banyak jatuh korban setiap kali tawuran. Hal lain, Satpol PP kan juga penegak penegak perda dan mengingat sebelumnya kan Walikota Bogor Bima Arya pernah membentuk Polisi Taman. Nah, Polisi Sekolah ini menurut saya juga penting,” tukasnya.

Sebagai informasi, bulan mei 2016 lalu, Walikota Bogor Bima Arya pernah membuat Polisi Taman dari unsur Satpol PP berkekuatan 1 Peleton atau 26 personel. Polisi taman yang menggunakan seragam kaos berwarna biru dan bercelana pendek itu ditugaskan menjaga 8 taman yang ada di Kota Bogor. Namun, panatauan media online ini, kinerja Polisi Taman bentukan Bima Arya belakangan ini malah terkesan melempem.

Hal itu terbukti jarang terlihat Polisi Taman menjaga sejumlah taman di Kota Bogor seperti Taman Air Mancur, Peranginangin, Sempur dan Taman Coret-coret di Bantarjati. Bahkan, ironisnya, para geng motor yang terdiri dari para pelajar tersebut kerap menjadikan taman sebagai tempat berkumpul sebelum tawuran. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait