Kamis, 30 Juni 22

Anggaran Pembangunan BBIK Bengkak

Yogyakarta – Belum memasuki proses konstruksi, pimpinan proyek pembangunan Bandara Baru Internasional Kulonprogo (BBIK) Bambang Eko meyakini bahwa dalam penutupan proses ganti rugi (validasi), PT. Angkasa Pura (AP) I akan mengeluarkan dana melebihi dari yang telah dianggarkan PT AP I pusat.

Ditemui Indeks Berita di kantor Pimpro Pembangunan BBIK (10/8) Jl. Raya Solo Km.9 Yogyakarta, Eko mengatakan bahwa tim proyek perencana BBIK sedang menghitung pembengkakan pengeluaran karena proses validasi yang berlarut-larut. Semakin lama jeda, menurutnya, maka semakin besar nilai tanah yang diganti rugi-kan dan semakin besar pula gugatan warga yang akan diberikan.

“Kalau kita bicara anggaran dalam dokumen kami awalnya cuma sebesar 1,3 triliun. Tapi itu dulu, di dokumen perencanaan tiga tahun yang lalu. Harga dulu dan sekarang beda. Sekarang bahkan bisa mencapai lima koma. Bicara penutupan ya bicara anggaran. Anggaran yang kami butuhkan ya berapa dulu, kalo gak ditutup-tutup gimana?” ujar Eko.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, PT. AP I pusat sudah memberikan ketentuan berapa anggaran yang akan diberikan dan akan keluar pada 10 Agustus 2016 jam 13.00 WIB.

“Sekarang Pimpro justru harus memutar otak terkait dana yang nantinya akan disubsidi silang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa target operasional BBIK pada tahun 2019 juga akan mengalami kemunduran dan dimungkinkan pada tahun 2020 akhir.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait