Sabtu, 10 Desember 22

Aman Abdurrahman Siap Divonis Mati Karena Mengkafirkan Pemerintah Indonesia

Terdakwa kasus Terorisme Aman Abdurrahman siap divonis mati dan menyatakan tidak gentar atas hukuman yang akan dijatuhkan padanya terkait pandangan ideologinya, yang menyatakan bahwa Pemerintahan Indonesia adalah sistem kafir.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pandanganya di sidang duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018). Bahkan Aman juga mengatakan bahwa ia akan siap menerima sekalipun hukuman yang akan dijatuhkan kepadanya adalah vonis mati.

“Saya ingin menyampaikan, ingin mempidanakan saya berkaitan dengan pengkafiran pemerintah ini, silahkan pidanakan mau seberapapun hukumanya. Mau hukuman mati silahkan,” ujar Aman.

Namun Aman menolak jika hukuman yang dijatuhkan kepadanya karena ia dianggap terlibat dengan aksi-aksi terorisme di sejumlah wilayah di Indonesia sebagaimana yang dituduhkan Jaksa. Menurut Aman, selama ini ia hanya mengajarkan tauhid kepada pengikutnya.

“Kalau dikaitkan dengan kasus-kasus semacam itu (aksi-aksi terorisme), dalam persidangan, satupun tak ada dimyatakan keterlibatan saya. Tapi kalau saya mengajarkan mereka (pengikutnya) tauhid dan lainya mendukung khilafah, silahkan pidanakan saya,” kata Aman.

Sementara itu dalam persidangan yang sama, Jaksa menolak semua pledoi yang disampaikan Aman. Jaksa tetap menghendaki agar pimpinan Jamaah Anshorut Daullah tersebut dijatuhi hukuman mati.

Menurut Jaksa, Aman Abdurrahman telah terbukti secara sah telah melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dakwaan kesatu primer.

“Sementara dakwaan kedua primer, Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,” ujar Anita Dewayani selalu Jaksa Penuntut Umum dalan pembacaan replik nya.

Sebelumnya pada sidang pembacaan tuntutan yang digelar di PN Jakarta Selatan Jumat 18 Mei 2018 lalu, Jaksa menuntut terdakwa Aman Abdurraham dengan hukuman mati. Aman dianggap melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sidang selanjutnya akan di gelar pada Jumat 22 Juni 2018 dengan agenda pembacaan vonis.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait