Jumat, 1 Juli 22

Ali Fauzi Pimpin Puluhan Mantan Narapidana Teroris Ucapkan Ikrar Setia Pada NKRI

Peresmian pembangunan dan renovasi tempat ibadah dan pendidikan di Kompleks Pendidikan dan Masjid Baitul Muttaqin, Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jumat (21/7/2017) menjadi sangat istimewa dan mengharukan. Pasalnya, dalam acara yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Suhardi Alius tersebut, puluhan kombatan/militan dan mantan narapidanaTeroris mengucapkan sumpah dan ikrar setia terhadap NKRI.

Mantan Militan Pejuang MORO Ali Fauzi yang memimpin pengucapan ikar tersebut mengungkapkan bahwa sudah saatnya para militan khususnya Narapidana Teroris untuk mengubah cara pandang mereka. Dan ia juga mengajak mereka bersama-sama membangun negara.

“Ini adalah sebuah upaya kami mengubah cara pandang dan perilaku. Dulu kami berlawanan dengan polisi, namun sekarang berkawan. Dulu ingin runtuhkan NKRI, sekarang kami ingin setia membangun NKRI bersama sama,” ujar Adik Kandung dari Amrozi, Bomber Bom Bali tersebut.

Narasi lain dalam ikrar setia itu berbunyi: kami ingin bersama – sama mencegah terorisme, kami cinta Indonesia, merawat ukhuwah, merajut perdamaian, dan hidup Indonesia.

Ali menuturkan bahwa  Yayasan Lingkar Perdamaian yang didirikan oleh mantan narapidana teroris dan mantan kombatan, adalah wujud dari keprihatinan mereka, atas adanya narapidana teroris yang setelah keluar dari penjara, kemudian masih melakukan tindakan teror. Diharapkan, yayasan ini akan menjas8 bagian dari pembinaan alternatif bagi mantan narapidana teroris.

“Oleh karena itu, yayasan ini menjadi bagian dari alternatif pembinaan mantan napi teroris, sebab tidak mudah mengubah cara pandang dan ideologi kekerasan. Tapi sekarang kami cinta dan setia pada NKRI,” katanya.

Lebih lanjut Ali berharap kepada pihak-pihak khususnya para mantan Narapidana Teroris untuk menjadikan semua kejadian sebagai pelajaran. Dan dirinya juga mengajak semua pihak untuk dapat bersinergi dan bersatu membenahi negeri.

“Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu. Tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan. Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya, jahatnya dia, rusaknya lingkungan, berikan kesempatan mereka untuk berubah,” pungkas Ali.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait