Rabu, 30 November 22

Alfian Tanjung Menjadi Tersangka atas Dugaan Ujaran Kebencian

Hari ini, Alfian Tanjung menjadi tersangka, setelah kemarin diperiksa polisi sebagai saksi terlapor di Bareskrim Mabes Polri. Pemeriksaan terhadapnya berkaitan dengan laporan Sugiarto, mengenai konten ceramahnya di Masjid Mujahidin di Jalan Perak Barat, Surabaya, Jawa Timur. Dalam ceramahnya tersebut, Ia menuduh Presiden Jokowi sebagai kader PKI, dengan maksud menebar kebencian. Kemudian, rekaman ceramahnya diunggah ke youtube dan menjadi viral.

Alfian menjadi tersangka, karena konten ceramahnya menimbulkan rasa kebencian berdasarkan SARA. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak. di Mabes Polri, Selasa (30/5/2017).

“Alfian Tanjung sebagai tersangka dalam kasus penyebaran informasi sesat yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA,” ujar Rudolf.

Kordinator tim pengacara Alfian Tanjung, Abdulah Al Katir, lewat pesan tertulisnya menjelaskan bahwa kliennya ditahan dengan tuduhan melanggar  pasal; 156 KUHP & Pasal 16 Jo. Pasal 4 huruf b angka 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi ras dan etnis dan Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Seperti kita ketahui, Alfian Tanjung selain telah melontarkan tuduhan terhadap Presiden Jokowi sebagai kader PKI. Ia juga telah menebar tuduhan ke beberapa orang, dengan hal yang sama, diantaranya Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Teten Masduki.

Atas tindakannya tersebut, di akhir bulan Januari 2017, Teten mensomasi Alfian, untuk meminta maaf dan menarik pernyataannya. Karena tidak direspon, Teten yang diwakili pengacaranya melaporkan Alfian ke Mabes Polri.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait