Rabu, 6 Juli 22

Aktivis Jaringan ProDem Jawa Timur Buka Posko Bantuan Bencana Lombok

Aktivis jaringan Pro Demokrasi (ProDem) Jawa Timur membuka posko bantuan korban gempa Lombok Nusa Tenggara Barat. Posko Prodem Jawa Timur, telah diresmikan sejak mulai kejadian gempa pada Ahad 29 Juli 2018. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Posko Relawan Bencana Jawa Timur Maulana, dibuka di Jalan Gayungsari I No 10 Surabaya.

Maulana yang biasa disapa Lala mengatakan, posko ini dibuka sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Lombok yang tengah mengalami musibah bencana alam. Sejak dibuka posko mulai 2 Agustus 2018 di Sekretariat ProDem, bantuan terus mengalir baik berupa pakaian maupun kebutuhan lainnya.

“Kita berharap bantuan dari masyarakat terus mengalir. Karena di sana berdasar laporan kawan-kawan yang sudah berada di Lombok. Warga sangat membutuhkan bantuan yang langsung bisa digunakan,“ kata Lala, Kamis 23 Agustus 2018.

Masih kata aktivis Arek-arek Pro Reformasi (APR) ini, bantuan dari beberapa pihak dan warga di Kota Suarabaya sejak dibuka posko terus mengalir. Sebagian bantuan sudah banyak dikirim, terutama berbentuk bantuan pakaian.

“Terutama peran warga Karangpilang yang tinggal di stren kali Surabaya. Mereka cukup antusias berbagi untuk bantuan ini dan kami mengucapakan terimakasih,“ ucap Lala.

Sebagaimana disampaikan juga, bahwa saat ini sudah terkumpul bantuan pakaian dan makanan siap saji. Hanya saja Lala tidak mengutamakan bantuan dalam bentuk uang. Ia mengkhawatirkan, jika bantuan dalam bentuk uang akan mengalami kesulitan dalam penyaluran. Sebab warga korban bencana di sana, menurut relawan yang berada di lokasi, membutuhkan bantuan pakaian dan kesiapan makanan.

Bantuan yang sudah diterhimpun kata Lala, bukan saja dari warga atas nama pribadi. Melainkan juga mengalir dari berbagai komunitas, pengurus RT, pengurus PKK hingga komunitas musik dan komunitas yang sering nongkrong di kafe-kafe, hingga bantuan filter air bersih

“Mereka tak segan memberikan supportnya, seperti amal musik yang diadakan di cafe LJR Jalan Raya Ngagel (depan Bilka), alhamdulilah dana yang terhimpun sebesar 750.000 rupiah. Kalau kita hitung keseluruhan sudah seluruhnya Rp.2.050.000 akan kami masukan ke posko utama di Posko Sekretariat Mapala Prapala, Kampus AWS,“ jelas Lala.

Bentukan relawan setiap kejadian bencana di beberapa daerah, kerap dijalani aktivis jaringan ProDem. Karena sifatnya berbentuk solidaritas dan kepedulian, kegiatan relawan bencana biasanya tidak selalu menjadi perhatian menarik media massa untuk diberitakan.

Ketua ProDem Jawa Timur Masduki menyambut baik upaya aktivis jaringan, setiap kejadian bencana selalu merespon dengan membentuk relawan. Kegiatan relawan menurut Masduki, sama seperti banyak kejadian bencana yang dulu pernah dilakukan, seperti bencana gempa Bantul, Gunung Merapi di Yogjakarta, tsunami di Aceh hingga Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur.

“Kegiatan kita ini kan sifatnya kerelawanan dan kepedulian, tentu saja suka rela. Lebih detilnya keiklasan. Dalam keiklasan ini tentu saja tanpa pamrih apapun, apalagi tendensi politik. Jadi tidak perlu diceritakan kepada orang lain lewat media,“ kata Masduki.

Ia pun meminta relawan yang sudah tiba di lokasi bencana Lombok, supaya mampu menjaga diri. Sebab lokasi bencana, lanjut Masduki, pastinya akan mengalami anomali cuaca yang pastinya mempengaruhi kesehatan.

“Selain kita membantu para korban bencana, utama jaga diri masalah kesehatan. Jangan sampai kita membantu korban, justru malah kita menjadi korban,“ saran Masduki.

Berdasarvrilis yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) diketahui gempa berkekuatan 7.0 SR mengguncang Lombok, Ahad 5 Agustus 2018. Pusat gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur atau pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani, dengan kedalaman 15 kilometer. Hingga Jumat, 10 Agsutus 2018, jumlah korban tewas mencapai 321 orang. Gempa juga menyebabkan 270.168 orang mengungsi. Mengenai gempa susulan terjadi, meski mengalami gempa susulan melemah secara fluktuatif.

Hingga siaran pers ini diturunkan 10 Agustus 2018 18.00 WITA, tercatat telah terjadi 474 gempa susulan dengan jumlah yang dirasakan sebanyak 20 gempa. Gempa terakhir dirasakan pada jam 04.33 WITA sebesar M=4.8 dengan kedalaman 10 KM dengan pusat gempa 8.44 Lintang Selatan dan 116.50 Bujur Timur (10 KM Barat Laut Lombok Timur, NTB).

Gempa tersebut juga dirasakan di Mataram dan Lombok Timur sebesar 1 SIG BMKG ( II MMI). Dengan getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan mengalami goyangan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait