Kamis, 30 Juni 22

Aksi Tapa Pepe, Warga Sindir PDI P Tak Calonkan Ahok

Sekelompok warga menggelar aksi Tapa Pepe di Depan Kantor Pusat DPP PDI Perjuangan, Jl. Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8). Aksi ini digelar karena PDI Perjuangan dinilai sudah kehilangan telunjuknya.

“Bung Karno itu sering menuding, sering menunjuk, punya kuasa, punya sikap, punya mandiri, punya berdikari, tetapi itu tadi tudingnya hilang, nah tuding inilah yang masih kita cari kedepan,” kata salah satu Kordinator Aksi Djoemali kepada awak media di depan Kantor DPP PDI P.

Djoemali menjelaskan, Tapa Pepe itu artinya berjemur, bagaimana secata kultural waktu zaman kerajaan dahulu saat situasi sedang kosmis, tidak seimbang dan tidak harmonis, disinilah letak kuasa rakyat dan aspirasi diperjuangkan.

“Maka para rakyat jelata yang menyampaikan aspirasi di alun-alun, dipendopo agung ini biasanya ditemui oleh rajanya, kemudian raja menyampaikan apa maumu? apa kehendakmu? ada persoalan apa?,” ujarnya.

Karena, lanjut Djoemali, secara intelektual, elit-elit kerajaan punya persoalan, seperti di sektor agraria, pertanian, kekeluargaan dan mentalitas. Hal tersebut biasanya disampaikan dengan Tapa Pepe.

“Malamnya mereka juga ritual, doa, karena bagaimanapun juga, yang namanya penguasa dipendopo ini adalah representasi dari ilahi, tuhanpun merepresentasikan untuk menghargai orang-orang miskin,” katanya.

Tujuan aksi ini merupakan sindiran untuk menyampaikan aspirasi penolakan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarnoputri agar tak mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ahok dinlai arogan, tidak konsisten, tidak santun bahkan cenderung kutu loncat dari satu partai ke partai lain.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait