Sabtu, 10 Desember 22

Aksi Bela Ulama Yang Bertepatan Dengan Pekan Gawai Dayak, Situasi Kota Pontianak Tetap Kondusif dan Aman

Terkait Aksi Bela Ulama yang digelar bertepatan dengan dimulainya Pekan Gawai Dayak, Sabtu (20/5/2017), sampai saat ini, situasi kota Pontianak tetap kondusif dan aman. Hal tersebut disampaikan oleh pihak Polri dan Pemerintah Kota Pontianak kepada media.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto memastikan hal tersebut melalui pesan tertulisnya, Sabtu (20/5/2017) malam, dan pihaknya meminta masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Pihaknya juga meminta masyarakat agar tidak terlalu mempercayai beberapa pemberitaan di Media Sosial yang disebarkan oleh pihak-pihak tank bertanggung jawab.

Riwanto menuturkan bahwa memang sempat terjadi masa yang ingin berhadap-hadapan, namun pihak Polri dibantu TNI telah mengantisipasi hal ini dengan langkah-langkah tertentu agar masa  tidak dapat saling berkontak fisik. Dan langkah-langkah aparat keamanan berhasil membuat situasi Kota Pontianak tetap kondusif.

“Tadi memang masa sempat ingin bertemu jalan.namun disekat oleh pasukan pengamanan dari Polda dan TNI. Hanya mereka bersitegang dengan penyekat dari kita,” ungkapnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono kepada indeksberita.com juga memastikan sampai saat ini situasi di Kota Pontianak aman dan kondusif.

Masa Aksi Bela Ulama konvoi menuju Mapolda Kalbar (foto :Eddy SantrylMasa Aksi Bela Ulama konvoi menuju Mapolda Kalbar (foto :Eddy Santryl

“Situasi dan kondisi Kota Pontianak aman dan kondusif, tidak ada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kami minta masyarakat agar mempercayakan kepada TNI dan Polri serta kami minta untuk tidak terlalu percaya dengan hoax yang disebar pihak-pihak tak bertanggung jawab di media sosial.” tutur Edi.

Edi juga menghimbau agar para pengguna media sosial untuk tidak memposting hal-hal yang dapat membuat keharmonisan masyarakat Pontianak yang selama ini terjalin erat menjadi retak.

Aksi Damai Bela Ulama itu sendiri adalah terkait penolakan kedatangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain oleh sekelompok massa di Bandara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017) pagi. Dan penolakan kedatangan Ketua FPI Sobri Lubis pada Jumat (4/5/2017) di Bandara Supadio, Pontianak.

Sedangkan Pekan Gawai Dayak sendiri adalah acara tahunan yang digelar tiap bulan Mei sebagai ajang festival dan pawai kebudayaan Dayak di Kalimantan Barat. Pekan Gawai Dayak sendiri selalu menjadi magnit buat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk lebih mengenal budaya dan adat istiadat suku Dayak. Pekan Gawai Dayak diikuti oleh beberapa kontingen dari Kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Barat dan akan berlangsung mulai 20 – 27 Mei 2017 dan dipusatkan di Rumah Radakng, Pontianak.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait