Minggu, 25 September 22

Ahok Minta Komnas HAM Tidak Cari Ribut dengan Dirinya

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok kembali mengumbar pernyataan pedas. Kali ini Ia menyasar lembaga negara, Komnas HAM, yang menyatakan tentang penderitaan kehidupan warga Kalijodo yang digusur.

Ahok mengatakan, ketika Pemprov DKI masuk ke kawasan itu untuk melakukan penertiban, sebagian besar warga yang tidak memiliki KTP DKI sudah pergi entah ke mana.

“Kalau yang punya KTP DKI ya kita tawarin rusun dong,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (26/8/2016).

Ahok menduga, warga eks Kalijodo yang melapor kepada Komnas HAM adalah pekerja di kawasan itu yang melarikan diri menjelang penertiban.

Pekerja itu juga diduga tidak memiliki KTP DKI sehingga tidak punya hak untuk menerima rusun.

Ahok lebih lanjut minta Komnas HAM untuk tidak mengganggu programnya dengan membela warga yang terkena penertiban.

“Jadi, Komnas HAM gini sajalah, tidak usah cari-cari ribut sama saya lagi,” ujar Ahok.

Komnas HAM mencatat hanya ada 200 KK warga Kalijodo yang ditampung di Rusun Marunda. Ada 14 KK yang memilih keluar dari rusun karena tidak mampu membayar uang sewa sebesar Rp 300.000 per bulan.

Untuk memastikan alasan keluarga tersebut pindah dari Rusun MarundaAhok menyarankan kepada Komnas HAM untuk memeriksa lebih lanjut 14 KK yang pindah tersebut.

Lenih lanjut Ahok menyatakan tidak mau ambil pusing dengan catatan negatif Komnas HAM terkait penertiban Kalijodo. Dia juga merasa tidak punya kewajiban untuk mengikuti rekomendasi Komnas HAM.

“Lagi pula, gua enggak mau gubris lu punya rekomendasi, memang kamu mau ngapain saya,” ujar Ahok.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait