Selasa, 6 Desember 22

Ahok: Menko Lebih Tinggi, Masa Gubernur Gak Mau Ikut

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan, ia meminta Rizal mengirimkan alasan tertulis penghentian reklamasi kepada Presiden Joko Widodo supaya ada dasar hukum yang kuat terkait penghentian proyek tersebut. Ahok menegaskan, sebagai gubernur dia siap ikut perintah kebijakan penghentian reklamasi pulau G apabila Rizal membuat surat tertulis ke Presiden.

“Saya bukan membela ini pulau harus dipertahankan, bukan lho. Jangan dipelintir-pelintir bahasa saya ya. Bagi saya kalau Anda ada perintah tertulis dasar hukumnya jelas. Biasanya Kepres dibatalin, saya ikut, pasti ikut. Menko lebih tinggi, ada tiga menteri, masa gubernur enggak mau ikut,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Ahok mengingatkan, pelaksanaan reklamasi di Teluk Jakarta, termasuk pulau G, mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 52 tahun 1995 tentang reklamasi Pantai Utara Jakarta.

“Kalau Anda mau buat buat alasan, mau ciptakan alasan hebat pun silakan. Orang pintar kok, doktor kok, kalau saya kan tidak doktor. Tolong kasih saya alasannya tertulis,” ujar Ahok.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli telah memutuskan menghentikan reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta beberapa waktu lalu. Keputusan itu diambil Rizal setelah melalui rapat bersama sejumlah menteri terkait yakni Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala Bappenas,

Oleh karena itu, Rizal mengaku heran dengan sikap Ahok yang dinilainya begitu ngotot mempertahankan pembangunan reklamasi Pulau G. Rizal bahkan sempat mempertanyakan kapasitas Ahok.

“Saya bingung kenapa dia ngotot. Ahok itu Gubernur DKI atau karyawan pengembang?” ujar Rizal di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Rizal juga heran mengapa Basuki sampai mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo sebagai upaya agar pembangunan Pulau G tetap dilanjutkan. Padahal, pembatalan pembangunan adalah keputusan tiga menteri teknis dan seorang menteri koordinator.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait