Kamis, 6 Oktober 22

Ahok Ditolak Kader PDI Perjuangan DKI Jakarta, Hasto: Itu Ekspresi Demokrasi

Apakah PDI Perjuangan akan mencalonkan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) pada Pilkada Jakarta 2017 mendatang? Mungkin ya, mungkin pula tidak. Tapi yang pasti, sejumlah kader PDI Perjuangan khususnya di DKI Jakarta menyatakan menolaknya secara terbuka.

Ekspresi penolakan itu setidaknya tergambar dalam sebuah video yang beredar di media sosial akhir-akhir ini. Dalam video berudurasi 32 detik itu terlihat beberapa kader PDI Perjuangan seperti Merry Hotma, Prasetio Edi Marsudi, Bambang DH, Gembong Warsono, serta kader lainnya, menyanyikan yel-yel yang menolak dan menginginkan Ahok kalah dalam Pilkada 2017 nanti.

“Bersatu padu untuk menang, gotong royong untuk menang, berjuanglah untuk menang, Ahok pasti tumbang.”

“Bersatu padu untuk menang, gotong royong untuk menang, berjuanglah untuk menang, Ahok tunggang langgang.”

Menanggapi beredarnya video tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu sebagai ekspresi berdemokrasi. Dalam kerangka itu, Ia menilai ekspresi para kader partainya sah-sah saja.

“Ini kan sebuah ekspresi. Itulah bedanya PDIP dengan yang lain, karena kami itu partai rakyat, ada berbagai ragam ekspresi yang disampaikan, dan itu sah,” ujar Hasto, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2016).

Meski demikian, Hasto meminta agar ekspresi itu disampaikan dengan sopan.

Hasto lebih lanjut menekankan pentingnya tiap kader PDI Perjuangan disiplin dan patuh menjalankan keputusan partai.

“Ketika keputusan sudah diambil, disiplin kepartaian dan kultur yang sudah kami bangun mengikuti kedisiplinan itu,” tegasnya.

PDI Perjuangan hingga saat ini masih menimbang beberapa opsi pencalonan dalam menghadapi Pilkada Jakarta 2017 mendatang.

Sebagaimana disampaikan Hasto sebelumnya, salah satu opsi tersebut adalah mencalonkan pasangan petahana Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Partai berlogo banteng moncong putih itu berhak mengajukan calon tanpa koalisi dengan partai lain, karena memiliki 28 kursi di DPRD Provinsi DKI Jakarta.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait