Jumat, 1 Juli 22

Agar Pelayanan Tetap Berjalan, Kemendagri Akan Buka Kantor Darurat Di Sulawesi Tengah

Guna membantu kelancaran administrasi Pemda setempat serta untuk membantu para korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Donggala dan sekitarnya, Kementerian Dalam Negeri akan membuka Kantor Darurat di Sulawesi Tengah. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memastikan bahwa paling lambat Minggu depan, rencana tersebut akan direalisasikan.

“Minggu depan tim pemerintahan Kemendagri terdiri dari Dukcapil, Keuangan Daerah, Otda, Satpol PP dan lain-lain akan buka posko pemerintahan sebagai pendampingan di Pemda Sulteng dan Palu,” ujar Mendagri melalui pesan singkatnya yang direrima Redaksi, Minggu (30/9/2018) malam.

Tak hanya di Palu, namun Tjahjo mengungkan bahwa apabila memungkinkan dan diperlukan, pihaknya juga tak menutup kemungkinan akan membuka Kantor Daruratnya di Sigi dan Donggala. Mendagri juga mengungkapkan, nantinya Tim Kemendagri akan mandiri dalam melaksanakan tugasnya.

“Tim Kemendagri akan mandiri bawa tenda dan keperluannya, serta membawa bantuan makanan dan minuman. Hal tersebut kita lakukan agar pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan walau dalam suasana duka,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, gempa berkekuatan 7,4 skala richter si Donggala dan terjangan tsunami yang melanda Palu, membuat aktivitas pelayanan publik lumpuh total. Hal tersebut dikarenakan kondisi bangunan (perkantoran) yang turut roboh, juga karena faktor lain seperti pasokan listrik dari PLN yang belum berfungsi hingga saluran Komunikasi yang belum stabil.

Ribuan warga masih bertahan di luar rumah dan lapangan terbuka untuk menghindari adanya gempa susulan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah pengungsi di Palu mencapai 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik pengungsian sebagai berikut:

1.Lapangan Vatulemo berkisar 1.000 jiwa
2.Halaman Perkantoran sekitar 2.000 jiwa
3. Bundaran Biromaro 2.000 jiwa
4. Markas Korem 300 jiwa
5. Masjid Raya Palu 300 jiwa
6. Poboya Mako Sabhara 5.000 jiwa
7. Lapangan Anoa 100 jiwa
8 . Lapangan Paqih Rasyid 500 jiwa
9. GOR Siranindi 200 jiwa
10. Belakang Basarnas, Jalan Basuki Rahmat 100 jiwa
11. Jalan Maleo 100 jiwa
12. Pantoloan Boya (SD belakang Pustu) 200 jiwa
13. Gunung Pantoloan Boya 500 jiwa
14. Camping Baiya 882 jiwa
15. Pantoloan Boya 3 titik 200 jiwa
16. Kantor Dinsos 100 jiwa
17. Lapangan Perdos 1.000 jiwa
18. Jalan Garuda 250 jiwa
19. Lapangan Dayodara 700 jiwa
20. Halaman Detasemen 100 jiwa
21. BTN Lasoani 300 jiwa
22. Lapangan Kawatuna 300 jiwa
23. Mako Satbrimob Mamboro 400 jiwa
24. Polda Baru Soetta 200 jiwa

Belasan ribu masyarakat yang mengungsi di Palu dan Donggala serta kawasan sekitarnya diketahui saat ini tidak memiliki akses untuk mendapatkan air bersih, listrik, makanan, perlengkapan tidur dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Selain banyak bangunan dan sarana umum rusak, jalur darat yang menghubungkan Palu dengan sejumlah daerah di sekitarnya pun hari ini masih lumpuh. Kendala tersebut muncul lantaran jalan yang semestinya bisa dilalui terkena timbunan longsor.

Banyaknya toko yang tutup menyebabkan masyarakat sangat kesulitan mendapatkan bahan makanan, air minum, obat-obatan, tenda maupun terpal, selimut, makanan bayi maupun perlengkapan lain seperti alat penerangan dan kebutuhan lain.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan TNI – Polri akan mengawal distribusi bantuan bahan makanan dan lainnya untuk korban. Hal tersebut dilakukan bukan untuk menghindari penjarahan sebagaimana yang santer dikabarkan,akan tetapi guna memastikan bantuan sampai ke tangan para korban.

“Bantuan TNI setiap hari dilaksanakan. Tadi saya bersama pak Kapolri yang saat ini masih berada di Palu untuk terus memantau perkembangan pendistribusian makanan agar bantuan sampai kepada masyarakat dengan aman,” ujar Panglima, Minggu (30/9/2018).

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait