Kamis, 30 Juni 22

Ada Kerugian Pembelian Lahan Cengkareng, Djarot minta BPK Audit

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, menduga adanya kerugian yang terjadi pada pembelian lahan untuk rumah susun (rusun) di kawasan Cengkareng Barat, dimana nilanya lebih besar ketimbang pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras.

Djarot meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi agar duduk persoalan dari pembelian lahan tersebut dapat dengan jelas terungkap.

“Kami minta BPK untuk melakukan investigasi karena diduga kuat itu ada permainan disitu, dimana pembelian lahan rusun Cengkareng Barat itu jauh lebih merugikan dibandingkan dengan Sumber Waras,” kata Djarot di Jakarta, Senin (27/6).

Hasil Audit investigasi BPK rampung 50 hari kedepan, jika hasilnya menerangkan ada permainan oleh pihak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait beserta pihak lainnya, sanksi berat akan menunggu para pihak yang melakukan kecurangan tersebut, katanya.

“Makanya ditelusuri aja, di investigasi. Kalau sudah menyangkut pidana, kita pidanakan. Kita tuntut,” kata Djarot.

Kerugian saat membeli lahan rusun Cengkareng Barat sepenuhnya keteledoran para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Djarot dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kerap mengingatkan SKPD maupun jajaran dibawahnya, bila ingin membeli lahan jangan melalui perantara (calo).

“Saya dengan Pak Gubernur sepakat kalau untuk pengadaan lahan itu langsung kepada pemilik. Kita tidak boleh lewat perantara. Berarti inikan kecolongan PPK nggak hati-hati,” kata Djarot.

Wagub berharap SKPD dan jajaran lainnya tak lagi mengulang kesalahan pembelian lahan. Dirinya pun meminta, jika ingin membeli lahan, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) harus dilibatkan, sebab instansi tersebut yang lebih mengetahui asal usul lahan yang ada di ibukota.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait