Minggu, 26 Juni 22

Abraham Samad Sampaikan Pidato Kebangsaan Dalam Acara Deklarasi Dirinya Sebagai Capres 2019

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad sampaikan pidato kebangsaan di Pantai Losari, Makassar, pada hari Senin (7/5/2018). Pidato kebangsaan disampaikannya di acara deklarasi Abraham Samad sebagai Bakal Calon Presiden (capres) Indonesia pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang digelar oleh Komunitas Millenial Kawasan Timur Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Samad menuturkan alasan dirinya untuk ikut serta dalam kontestasi Pilpres 2019. Sebelum dirinya memantapkan diri mengambil keputusan untuk mewakafkan dirinya kepada bangsa dan negara ini, menurut Samad, dirinya telah banyak menerima dorongan dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia.

“Jadi prosesnya panjang sebelum saya bersedia menyatakan diri untuk maju menjadi calon presiden. Saya setelah tidak lagin menjadi Ketua KPK masih sering keliling Indonesia mengisi kuliah kebangsaan dan dorongan-dorongan maju di pemilu itu datang dari seluruh Indonesia,” papar Samad.

Samad mengungkapkan bahwa dorongan agar dirinya ikut berkontribusi dalam percaturan Politik nasional muncul dari berbagai kalangan. Disamping dari keluarga,sahabat,kolega dan sejumlah aktivis nasional,Samad juga melihat jika banyak masyarakat yang menghendakinya.

“Begitu banyak masyarakat mengiginkan saya kembali untuk memberikan kotribusi dan sumbangan di negeri ini. Sehingga saya mengambil satu keputusan, bahwa saya ingin mewakafkan seluruh hidup saya untuk negeri yang saya cintai ini,” urainya.

Samad pun mengungkapkan sejak ia memimpin KPK hingga saat ini, ia telah melakukan kunjungan secara langsung ke berbagai daerah. Dalam setiap perjalananya tersebut Samad tak sedikit menemukan ketimpangan yang terjadi di masyarakat terlebih karena ulah para koruptor.

“Saya berkeliling Indonesia dan mendengar langsung keluh kesah dari masyarakat. Mereka semua bangga menjadi orang Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah tetapi hanya menjadi penonton di negerinya sendiri. Belum lagi uang rakyat yang banyak dikorupsi, itulah yang memantapkan saya untuk mewakafkan diri,” tandasnya.

Saat ini memang belum ada partai yang secara resmi mengusungnya. Namun sejak beberapa bulan lalu Samad mengakui telah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik (Parpol). Kendati enggan menyebutkan jumlah dan partai-partai itu berasal, namun ia memastikan bakal mengusung dirinya untuk maju dalam pertarungan 5 tahun sekali itu.

“Kita sudah berkomunikasi dan berdiskusi dengan beberapa parpol untuk menemukan, satu titik visi dan misi yang ingin membangun negeri ini jauh lebih baik. Oleh karena itulah diskusi masih tetap kita lanjutkan untuk agar supaya kita menentukan satu titik terang dan membuat negeri ini jauh lebih baik,” ucapnya.

Sementara Panglima Pejuang AS for Indonesia, Djusman AR menuturkan deklarasi dihadiri ribuan orang dari beberapa elemen organisasi, kalangan lembaga swadaya masyarakat, penggiat antikorupsi, akademisi, mahasiswa, komunitas aliansi perempuan, dan pekerja, termasuk undangan masyarakat umum.

Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) Sulawesi itu menyebutkan Makassar dan Sulawesi Selatan menjadi kota deklarasi setelah Palembang (Sumatra Selatan), Padang (Sumatra Barat). Deklarasi rencananya akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia.

“Deklarasi ini adalah murni dorongan teman-teman dan masyarakat menyikapi persoalan bangsa hingga akhirnya memilih Pak Abraham. Terus terang ini inisiatif kami, sebab Pak Abraham awalnya tidak mengetahui ada deklarasi seperti ini,” ucap Djusman.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait