Selasa, 24 Mei 22

336 Tewas Dalam Musibah Gempa di Perbatasan Irak-Iran, KBRII Himbau WNI tetap Waspada

Hingga hari ini sedikitnya 336 orang dilaporkan tewas dalam musibah gempa di perbatasan Irak-Iran pada Minggu (12/11/2017) lalu. Korban terbesar ada di kota Sarpol-e Zahab, yang berjarak sekitar 15 km dari perbatasan kedua negara itu.

Kedutaan Besar RI di Teheran langsung siaga menghimbau seluruh warga Indonesia yang tengah berada di Iran-Irak dan sekitarnya untuk waspada mengantisipasi terjadinya gempa susulan.

“Seluruh masyarakat dan diaspora Indonesia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan, dan berhati-hati jika akan melakukan perjalanan ke daerah yang terkena dampak gempa,” demikian himbauan KBRI yang diterima Indeksberita.com Senin (13/11/2017).

Selain itu, KBRI Teheran juga mengimbau WNI untuk selalu menjaga komunikasi antara sesama diaspora RI di Iran khususnya dalam situasi genting seperti yang terjadi saat ini.

“WNI juga diminta selalu membawa identitas diri seperti paspor atau identitas lainnya setiap melakukan perjalan di negara itu khususnya ke daerah terdampak gempa Iran-Irak,” imbuh KBRI.

Dari KBRI juga diperoleh informasi bahwa pusat gempa terjadi di Penjwin , Provinsi Sulaimansyah, Irak, dan berbatasan langsung dengan Iran khususnya Provinsi Kermansyah dan Khuzestan.

Sementara itu saluran-saluran televisi di kedua negara tersebut mewartakan bahwa saat ini sudah tercatat 336 orang tewas dan 3.950 dinyatakan luka-luka. Pihak keamanan Irak maupun Iran mengatakan bahwa jumlah tersebut bisa saja bertambah karena hingga saat ini banyak keluarga yang melaporkan anggota keluarganya belum ditemukan.

Terkait beberapa pihak di Indonesia yang menghawatirkan keberadaan keluarganya yang saat ini berada di Irak atau Iran, Kementerian Luar Negeri RI menuturkan sejauh ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI , Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kemlu, sekitar 295 WNI berada di Iran dan sedikitnya 700 WNI berada di Irak yang sebagian besar menetap di wilayah otonomi Kurdistan.

“Sebagian besar WNI yang berada di daerah tersebut bekerja sebagai TKI penata laksana rumah tangga dan sekitar 11 orang bekerja sebagai tenaga paramedis,” terang Iqbal.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait