Sabtu, 10 Desember 22

3 Kerangka Manusia Ditemukan di Situs Kota Cina

MEDAN — Tiga kerangka manusia ditemukan di Situs Kota Cina di Hamparan Perak,  Medan, Sumatera Utara oleh peneliti dari Prancis dan Balai Arkeologi Medan. Penemuan kerangka manusia, menarik perhatian Balai Arkelogi karena berada di sebuah kota yang diperkirakan sudah ada sejak Abad 12 Masehi dan terkubur.

Peneliti Balai Arkeologi Medan Ketut Wiradnyana mengatakan, penemuan 3 kerangka manusia di Situs Kota Cina berada dikedalaman 25 centimeter dengan posisi kepala ke arah utara dan kaki ke arah selatan.  Sedangkan penemuan kerangka kedua pada kedalaman 40 centimeter.” Namun posisi kerangka kedua sudah rusak.”kata Ketut kepada Indeks Berita, Jumat 18 Maret 2016.

Kerangka ketiga, sambung Ketut, berada dikedalaman 1 meter dan sudah bercampur dengan air payau.”Yang menarik bagi arkeolog adalah penemuan kerangka yang berada di kedalaman 1 meter itu karena dari pinggang ke sampai kaki masih bagus,”kata Ketut. Untuk memastikan kerangka yang terkubur dikedalaman 1 meter itu, sambung Ketut, akan dilakukan penelitian lapisan stratigrafi tanah,”agar memberikan informasi awal kapan penguburan kerangka itu berlangsung,”tutur Ketut.

Sedangkan kerangka yang ditemukan di kedalaman 25 centimeter, sambung Ketut, diperkirakan masih berumur muda. Peneliti Balai Arkelogi Medan, sambung Ketut,  memperkirakan kerangka itu kemungkinan sisa kriminal. “Karena tangannya seperti terikat dan berada pada posisi diatas kepala.”kata Ketut.

Situs Kota Cina diperkirakan berusia di abad 12 Masehi. Jika penggalian dilakukan dengan cara yang benar, sambung Ketut, lubang penguburan penemuan ketiga kerangkan itu mestinya dalam kondisi baik. “Karena lapisan stratigrafi tanah yang bagus akan dapat memberikan informasi awal penguburan ketiga kerangka itu. Tapi yang menarik bagi Balai Arkeologi, adalah penemuan kerangka yang berada dikedalaman 1 meter itu,” tutur Ketut.

Untuk memastikan umur kerangka yang ditemukan di Situs Kota Cina, sambung Ketut, Balai Arkeologi Medan masih menunggu penggalian dan penelitian yang dilakukan Arkeolog Prancis berakhir setelah itu Balai Arkeologi Medan akan melakukan analisis kerangka.”Bisa saja penelitian karbon terhadap tulang belulang dilakukan atau melalui uji DNA. Nantinya akan diketahui ras atau dari suku mana kerangka yang ditemukan itu,”tutur Ketut.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait