Rabu, 30 November 22

27 Ribu Buruh dari Serikat Buruh Nikeuba, Dukung Ahok-Djarot

Sebanyak 27.000 buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Nikeuba Niaga, Keuangan dan Perbankan dan aneka industri (FSB Nikeuba) di DKI Jakarta menyatakan dukungannya kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat. Untuk itu, FSB Nikeuba siap mengawal pemenangan Basuki-Djarot dalam Pilkada DKI putaran kedua pada 19 April mendatang.

“FSM Nikeuba siap kawal pemenangan Basuki-Djarot. Karena, 30% dari seluruh anggota FSB Nikeuba berada di Jakarta, dan mereka sama seperti warga Jakarta lainnya yang sangat ┬ámerasakan dampak positif selama DKI Jakarta dipimpin oleh Basuki-Djarot,” kata Ketua Umum FSB Nikeuba Dedi Hardianto dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/4).

Dedi mencontohkan, banyak buruh anggota FSB Nikeuba yang menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Tentunya hal ini secara perlahan meningkatkan daya beli buruh dan harapan hidup yang lebih baik bagi para buruh dan keluarganya. Dan yang terpenting, anak buruh juga bisa sekolah tanpa harus pusing memikirkan biaya yang besar. “Karena sebagian biaya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Dedi, contoh kecil lainnya yakni, transportasi massal berupa Trans Jakarta yang murah dan terjangkau, jaminan kesehatan ketika sakit dan hunian yang lebih layak di rusunawa dibandingkan harus hidup di pinggiran kali atau kampung kumuh yang rentan penyakit dan selalu dihantui banjir dari sungai yang meluap. Untuk itu, bagi buruh FSB Nikeuba, melihat Hasil kerja nyata yabf telah diberikan Gubernur Basuki-Djarot sangat rasional untuk memberikan dukungan agar posisi Gubernur DKI Jakarta diisi oleh orang yang tepat.

“Menjadi sebuah blunder apabila memilih yang tidak teruji dan penuh retorika manis tetapi tidak dapat membuktikan hasil kerjanya,” tegasnya.

Meski banyak aspek telah menjadi lebih baik, Dedi mewakili suara buruh tetap berharap ada peningkatan kualitas sarana dan prasarana bagi buruh DKI Jakarta seperti misalnya, transportasi massal dan program hunian layak bagi buruh yang seharusnya bisa diterapkan di kantong-kantong industri.

“Sehingga buruh bisa memiliki simpanan lebih dan anak buruh bisa bersekolah hingga ke perguruan tinggi,” harapnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait