Selasa, 6 Desember 22

18 Siswa Wakili Indonesia Dalam Kompetisi Peneliti Muda ISEF di Pittsburgh

18 pelajar SMA akan mewakili Indonesia berkompetisi di ajang Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 2018 di Pittsburgh, Pennsylvania Amerika Serikat pada  tanggal 13-19 Mei 2018. Ajang ISEF telah diselenggarakan sejak 1950 oleh Society for Science and The Public (SSP). Intel ISEF merupakan kerja sama antara Intel dengan SSP.

Mereka yang akan berlaga di ISEF ini adalah para pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Para pemenang tersebut kemudian diseleksi kembali sesuai ketentuan dan regulasi Intel-ISEF, agar dapat mewakili Indonesia.

Biro Komunikasi dan Layanan Publik Kemensikbud melalui rilisnya mengabarkan bahwa delegasi Indonesia tersebut Rabu (9/5) diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad di kantor Kemendikbud, Jakarta. Ada tiga pesan utama yang disampaikan oleh Dirjen Dikdasmen kepada peserta dalam pertemuan tersebut.

Pertama, Ia berpesan agar peserta menguasai substansi dan membuktikan bahwa mereka bisa menguasai di luar kepala. Kedua, mengatasi tantangan berkomunikasi agar dapat meyakinkan bahwa apa yang dilakukan memiliki nilai tambah terhadap pengembangan ilmu dan pengetahuan. Ketiga, membuang jauh ketidakpercayaan diri.

“Mental yang utama, mental juara. Kalau mental ini dalam pikiran ditanamkan, kalian pasti bisa. Kalau kalian bisa kelola dengan baik, bisa membawakan hasil penelitian dengan baik,” pesan Hamid Muhammad seraya menambahkan pesan agar para siswa menjaga kesehatan selama kompetisi.

Delegasi dijadwalkan berangkat pada tanggal 11 Mei 2018. Para peneliti muda ini akan menjalani rangkaian kompetisi bersama 1.800 peneliti muda lain dari 80 negara. Di sana mereka akan memamerkan hasil penelitiannya kepada dewan juri dan peserta lainnya.

Salah satu tim peserta yang akan berangkat adalah Yuan Dwi Kurniawan (Yuan) dan I Dewa Gede Wicaksana Prabaswara (Wicaksana), yang juga penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari SMA Negeri Bali Mandara. Mereka akan memamerkan penelitian mereka tentang Alat Pendeteksi Sapi Birahi (APEKSI).

Penelitian tersebut dilakukan karena mereka ingin peternak sapi memiliki parameter yang pasti untuk mendeteksi ketika sapi betina mengalami birahi, supaya siap dikembangbiakkan, tidak hanya berdasarkan perkiraan peternak yang terkadang tidak akurat.

“Parameter itu adalah frekuensi nafas, detak jantung, suhu tubuh, dan jumlah gerakan dari sapi. Kami integrasikan pada alat yang cukup dikalungkan pada sapi, seperti kalung-kalung sapi biasa tapi di dalamnya ada alat,” jelas Wicaksana.

Yuan dan Wicaksana berharap mereka dapat membawa hasil terbaik bagi Indonesia dan bisa membanggakan keluarga melalui keikutsertaan mereka di ISEF.

Direktur Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto, menyampaikan bahwa Kemendikbud telah memfasilitasi dan selalu mendukung berbagai potensi bakat dan minat peserta didik SMA. Di antaranya melalui program dan kegiatan bidang sains, olahraga, seni, bahasa, penelitian, kewirausahaan dan kepemimimpinan. “Pemerintah senantiasa memfasilitasi kegiatan pengembangan diri peserta didik sebagai bentuk implementasi pendidikan karakter bangsa,” tuturnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait