Sabtu, 10 Desember 22

14 Orang Terjaring OTT KPK, 5 Diantaranya Anggota DPRD Lampung Tengah

Dikabarkan KPK menangkap 5 anggota DPRD Lampung Tengah dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Jakarta dan Lampung. Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan hal tersebut saat di konfirmasi awak media di Gedung KPK,Kuningan, Jakarta , Kamis (15/2/2018) dini hari.

“Jadi kami konfirmasi ada kegiatan tim di lapangan, di Lampung dan Jakarta. Kami amankan totalnya ada 14 orang, di Lampung dan Jakarta. Unsurnya DPRD, kemudian pejabat di Pemda dan pihak swasta,” ungkap Febri.

Hal tersebut juga dikatakan Febri sebagai bantahan terhadap kabar yang sebelumnya beredar bahwa KPK telah menangkap Bupati Lampung Tengah yang juga Calon Gubernur Lampung pada pilkada 2018 Mustafa. Sempat beredar kabar sebelumnya bahwa Politisi Partai NasDem tersebut ikut terjaring dalam OTT yang dilakukan lembaga anti rasuah tersebut.

“Belum ada Kepala Daerah yang kita amankan sampai detik ini, jadi masih DPRD, (anggota) DPRD ada yang kita amankan di Jakarta, kemudian ada pegawai dan pejabat dari Pemkab setempat dan ada pihak swasta,” tandas Febri.

Menurut Febri, dari keempat belas orang yang terjaring OTT tersebut, sebanyak dua orang anggota DPRD Lampung Tengah diamanakan di Jakarta dan tiga anggota DPRD Lampung Tengah lainya ditangkap di Lampung.

“Mereka terdiri dari tiga orang anggota DPRD Lampung Tengah, dua orang dari pihak Pemkab Lampung Tengah dan seorang pihak swasta. Sedangkan di Jakarta, KPK mengamankan delapan orang yang terdiri dari dua anggota DPRD dan enam orang dari pihak Pemkab Lampung Tengah,” tuturnya.

Pelaku yang diamankan di Jakarta, lanjut Febri, telah dibawa ke kantor KPK di Jakarta dan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif. Sedangkan yang tertangkap di Lampung Tengah saat ini diamankan di Kantor Polisi setempat.

“Mereka (yang diamankan di Lampung Tengah) kemungkinan akan tiba di Gedung KPK pada Kamis pagi,” ungkap Febri

Dalam OTT kali ini, KPK menyita uang tunai sekitar Rp 1 miliar dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 di dalam kardus. Menurut Febri, OTT di Lampung Tengah diduga berkaitan dengan suap dari eksekutif dalam hal ini pejabat di Pemkab Lampung Tengah kepada legislatif.

Diketahui, Pemkab Lampung Tengah mengajukan usulan pinjaman ke perusahaan perseroan di bawah Kementerian Keuangan. Untuk mengajukan pinjaman tersebut, Pemkab Lampung Tengah butuh persetujuan pihak DPRD. Dari proses perundingan antara Pemkab dan DPRD tersebut diduga praktik suap dilakukan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait